searchclear input

Hero Ingredient: Bentonite dan Kaolin Clay, Duo Ampuh Mengatasi Minyak Berlebih

Skincare, Hero Ingredient, Clay Mask, Kaolin Clay, Bentonite Clay

Untuk BASE Friends yang memiliki jenis kulit berminyak atau rentan berjerawat, mungkin clay mask menjadi salah satu produk andalan untukmu. Ya, kandungan clay sering dikenali karena manfaatnya untuk mengatasi masalah minyak berlebih dan membersihkan kulit hingga ke pori-pori.

Dua kandungan utama dalam produk terbaru BASE Fresh Clarifying Clay Mask adalah bentonite clay dan kaolin clay. Apakah kamu sudah mengetahui apa manfaat dari kedua kandungan clay ini? Yuk, cari tahu di sini!

Baca juga: Mengenal Clay Mask dan Manfaatnya untuk Kulit Wajah

Apa Itu Kaolin Clay

kaolin clay

Mengutip National Library of Medicine, kaolin adalah jenis tanah liat yang terbentuk dari mineral bernama kaolinite. Menariknya, nama kaolin berasal dari Gaoling, yaitu. nama perbukitan di China tempat awal mulanya tanah liat ini ditemukan.

Di antara beberapa jenis clay lainnya, kaolin termasuk yang paling gentle, sehingga cocok untuk kulit sensitif. Pasalnya, kaolin clay cenderung menyerap lebih sedikit air dan minyak, sehingga tidak menyebabkan kulit semakin kering. Meski demikian, tidak berarti kaolin tidak efektif untuk membersihkan kulit, karena mineral di dalamnya tetap mampu menyerap minyak berlebih dan membersihkan pori-pori tersumbat.

Apa Itu Bentonite Clay

bentonite clay

Bentonite clay merupakan tanah liat yang terbentuk dari abu gunung berapi. Tanah liat ini diambil, dijemur, kemudian disaring dan dioalah sebagai bahan perawatan kulit. Menurut jurnal “Bentonite Clay as a Natural Remedy: A Brief Review”, bentonite clay banyak dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan kulit secara alami.

Berkebalikan dengan kaolin, bentonite memiliki kemampuan menyerap minyak yang lebih kuat, sehingga jenis tanah liat ini menjadi kandungan andalan untuk merawat kulit yang berminyak. Selain itu, bentonite juga memiliki manfaat antibakteri yang membuatnya cocok untuk kulit berjerawat.

Baca juga: Temukan 3 Bahan Vegan Alternatif Lembut Lawan Jerawat di BASE Skincare

Perbedaan Kaolin Clay dan Bentonite Clay

Perbedaan utama antara kaolin dan bentonite clay adalah kaolin merupakan clay yang terbentuk sebagai hasil dari pelapukan mineral aluminium silicate, sementara bentonite clay terbentuk dari debu volkanik yang bertemu dengan air.

Perbedaan lainnya, kaolin clay memiliki pH yang mendekati pH alami kulit, yaitu 5.5, sementara bentonite clay memiliki pH kisaran 8.5. Hal ini membuat bentonite clay bersifat lebih basa, sehingga bisa memudahkan pori-pori kulit untuk ‘terbuka’, sedangkan kaolin clay cenderung lebih lembut bagi kulit.

Bentonite juga lebih banyak menyerap air sehingga bisa membuat kulit menjadi lebih kering. Tidak heran, jika bentonite clay lebih cocok menjadi pilihan bagi kamu yang memiliki kulit sangat berminyak. Sementara, kaolin clay bisa menjadi pilihan yang lebih untuk orang dengan kulit sensitif.

Baca juga: Kulit Kamu Butuh Perhatian Lebih? Cara Memilih Pembersih Wajah Untuk Kulit Sensitif

Cara Kerja Clay untuk Mengatasi Minyak Berlebih di Kulit

clay mask

Setelah mengetahui perbedaan antara kaolin dan bentonite clay, mungkin kamu juga penasaran dengan cara kerja dan manfaat clay untuk kesehatan kulit. Pada pada dasarnya, kedua clay ini bekerja menyerap kotoran, tumpukan sel-sel kulit mati, serta minyak berlebih yang rentan menyumbat pori-pori.

Tak banyak yang tahu bahwa clay bekerja mengatasi minyak berlebih di kulit dengan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan menyerap. Clay akan menyerap minyak berlebih di permukaan kulit, serta kotoran dan sel kulit mati yang tertinggal.

Cara kedua clay mask bekerja adalah dengan ‘menarik’ menyerupai cara kerja magnet. Dapat dibayangkan clay mask sebagai magnet dengan kutub positif dan negatif, kemudian menarik minyak dan kotoran yang memiliki kutub berlawanan sehingga menempel pada clay mask. Saat clay mask dibilas, minyak dan kotoran pun akan ikut terbilas dan terangkat bersama clay mask tersebut, menjadikan kulitmu bersih.

skin quiz

Manfaat Kaolin Clay dan Bentonite Clay

1. Menyerap Minyak Berlebih

Minyak berlebih seringkali menyumbat pori-pori yang kemudian menjadi penyebab timbulnya komedo dan jerawat. Perpaduan kaolin dan bentonite clay dapat bekerja secara efektif menyerap minyak berlebih di kulit. Menariknya, kaolin clay memiliki kemampuan untuk menyerap minyak berlebih tanpa mempengaruhi kadar kelembapan kulit, sehingga tidak menyebabkan rasa kering.

2. Membantu Merawat Kulit Berjerawat

Dilansir dari jurnal "International Geology Review: Evaluation of the medicinal use of clay minerals as antibacterial agents”, disebutkan bahwa bentonite clay memiliki sifat antibatkeri. Karena manfaat antibakteri ini, kaolin clay dapat membantu merawat kulit berjerawat dengan melawan bakteri penyebab jerawat. Walau kulitmu tidak berjerawat, sifat antibakteri dalam bentonite clay pun dapat membuat kulitmu terhindar dari jerawat.

3. Membersihkan Pori-pori yang Tersumbat

Dengan cara kerja clay yang menyerupai magnet, kaolin maupun bentonite clay dapat membantu menarik minyak dan kotoran yang menyumbat pori-pori. Sebum dan kotoran tersebut kemudian akan menempel pada clay mask dan ikut terangkat ketika kamu membilas wajah, menjadikannya ampuh untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Seluruh manfaat dari kedua clay tersebut bisa kamu dapatkan dalam BASE Fresh Clarifying Clay Mask. Diperkaya dengan perpaduan kaolin dan bentonite clay yang berasal dari Jepang, clay mask vegan ini dapat menjadi jawaban untuk masalah pori-pori tersumbat dan minyak berlebih. Apalagi, terdapat juga kandungan ekstrak brokoli yang bekerja mengontrol sebum.

base clay mask

Selain ampuh memembersihkan sebum, BASE Fresh Clarifying Clay Mask juga diperkaya dengan mandelic acid yang berasal dari kacang almond sebagai eksfoliator alami. Kandungan ini bekerja mengelupas sel-sel kulit mati secara ringan, sehingga cocok untuk eksfoliasi mingguan.

Jika kamu memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, kamu bisa menggunakan clay mask 2-3 kali dalam seminggu, sedangkan untuk pemilik kulit kering atau rentan sensitif bisa menggunakannya 1 kali seminggu. Agar kesehatan kulitmu makin maksimal, pastikan kamu melanjutkan tahap skincare dengan toner, serum, dan pelembap setelah penggunaan clay mask.

Perlu diingat, karena BASE Fresh Clarifying Clay Mask merupakan produk eksfoliasi, maka pastikan untuk menggunakannya di malam hari serta tidak lupa menggunakan sunscreen ketika beraktivitas di pagi harinya, ya!

Baca juga: 6 Mitos Terbesar Seputar Sunscreen yang Harus Kamu Lupakan

Referensi:

Moosavi M. Bentonite Clay as a Natural Remedy: A Brief Review. Iran J Public Health; 46(9):1176-1183.

Gomes, Celso de Sousa Figuieredo. 2017. Healing and edible clays: a review of basic concepts, benefits and risks. Environmental Geochemistry and Health. 40, pages1739–1765 (2018)

Movahedi, M.M, AAlipour, S A R Mortazavi, M Tayebi. 2014. Production of a Novel Mineral-based Sun Lotion for Protecting the Skin from Biohazards of Electromagnetic Radiation in the UV Region. J Biomed Phys Eng. 2014 Mar; 4(1): 9–12. Published online 2014 Mar 8.

Williams. Lynda B, Shelley E. Haydel. 2010. Evaluation of the medicinal use of clay minerals as antibacterial agents. Int Geol Rev. 52(7/8): 745–770. doi: 10.1080/00206811003679737

Related tags

Was this article helpful?

good feedback
bad feedback