search-box
Search blog...

Ikuti 4 Cara Ini Untuk Mengatasi Jerawat Meradang Dengan Lembut

Ikuti 4 Cara Ini Untuk Mengatasi Jerawat Meradang Dengan Lembut

Merah, bengkak, dan nyeri saat disentuh, jerawat meradang ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi di pori-pori. Sebelum mengetahui cara mengatasi jerawat meradang, kita harus tahu penyebab bagaimana jerawat bisa menjadi meradang.

Untuk kamu yang masih baru di dunia perjerawatan, coba kenali dulu jenis-jenis jerawat di sini.

Penyebab Jerawat Meradang

Jerawat meradang atau inflammatory acne, seperti namanya, adalah peradangan yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi pori-pori tersumbat oleh sebum atau minyak, sel kulit mati, ataupun kotoran yang menempel pada kulit. Berikut 4 faktor yang menyebabkan jerawat meradang.

  1. Sebum atau produksi kadar minyak berlebih, biasanya memiliki kaitannya erat dengan genetik.
  2. Follicular hyperkeratinization atau hiperkeratinisasi folikel adalah proses pergantian sel kulit terlalu cepat, sehingga sel kulit mati menumpuk di pori-pori.
  3. Bakteri P. acnes bertambah banyak hingga terjadi infeksi, bakteri ini nyaman tinggal di pori-pori dan saat pori-pori tersumbat dengan sebum/minyak dan sel kulit mati, bakteri in akan bertambah banyak hingga terjadi infeksi.
  4. Aktivitas pro-Inflamasi atau peradangan awal yang memicu pembentukan jerawat. Menurut Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, jerawat dipicu oleh aktivitas pro-inflamasi yang disebabkan oleh sebum berlebih, stres, iritasi, pemakaian kosmetik tertentu, faktor makanan, dan pubertas.Jadi, peradangan atau inflamasi tidak hanya hasil dari infeksi P. acnes tetapi juga aktivitas pro-inflamasi yang menjadi pemicu pembentukan jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat Meradang

Kita sudah tahu 4 faktor penyebab jerawat meradang. Agar jerawat cepat sembuh dan tidak datang lagi, kita perlu skincare routine yang bisa melawan dan mencegah ke-4 faktor penyebab tersebut.

Untuk itu, fokuskan skincare routine kamu ke 4 fungsi ini.

Mengontrol Kadar Minyak Pada Kulit Wajah

Kita mulai dari mengontrol kadar minyak pada kulit. Kadar minyak pada kulit wajah ada kaitannya dengan tingkat hormon testosteron dan genetik. Pasien dengan jerawat umumnya memiliki tingkat hormon testosteron yang lebih tinggi.

Kabar baiknya, mengontrol kadar minyak dapat dilakukan dengan menggunakan produk skincare disiplin dan teratur. Beberapa rekomendasi bahan aktif pada skincare yang dapat mengontrol kadar minyak di kulit wajah.

Mencegah & Membersihkan Pori-Pori Tersumbat Karena Hiperkeratinisasi Folikel (Follicular Hyperkeratinization)

Cegah pori-pori tersumbat dengan rutin menggunakan eksfoliator, seperti salicylic acid, glycolic acid, dan retinoid, atau bahan aktif menyerupai retinoid seperti bakuchiol. Pembersih wajah lembut dengan pH rendah juga sangat dianjurkan untuk meminimalisir iritasi.

Untuk komedo membandel, ektraksi komedo dapat dilakukan, khususnya komedo hitam. Namun, sangat diajurkan untuk pergi ke dermatologis untuk melakukan ekstraksi. Menurut artikel dari Healthline, ekstraksi dapat dilakukan 1-2 kali per bulan.

Melawan Bakteri Penyebab Jerawat Dengan Lembut

Sebelum itu, kenalan sebentar dengan yang namanya bakteri penyebab jerawat, P. acnes atau sekarang lebih dikenal dengan C. acnes. Bakteri penyebab jerawat ini tinggal di pori-pori kulit dan memakan sebum dan sel kulit mati sebagai sumber energi.

Jadi, selain membunuh bakteri ini, diperlukan juga penanganan yang tepat agar sebum terkontrol dan sel kulit mati tidak menumpuk untuk hasil maksimal.

Selain benzoyl peroxide, obat oles antibiotik, dan retinoid yang diresepkan oleh dermatologis, ada juga bahan aktif lembut untuk meringankan jerawat meradang.

  • Bakuchiol sebagai alternatif retinoid yang lebih efektif melawan bakteri penyebab jerawat dibanding dengan salicylic acid.

  • Japanese Knotweed, pemain baru di dunia per-skincare-an ini lebih efektif mengontrol bakteri penyebab jerawat 20x daripada benzoyl peroxide dengan efek samping minimal.

  • Bahan aktif bakuchiol dan japanese knotweed efektif mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan sedang seperti papula, pustula, maupun whiteheads.

Untuk, jerawat jenis nodul dan kistik yang benjolan nya muncul jauh di dalam lapisan permukaan kulit, dianjurkan untuk mengunjungi dokter kulit.

skincare untuk kulit berjerawat

Tinggi Antioksidan Untuk Mengurangi Peradangan Jerawat

Sepenting apa sih antioksidan untuk kulit berjerawat? Selain mendukung perbaikan sel kulit, antioksidan berperan juga dalam mencegah peradangan dan pembentukan jerawat.

Peradangan itu sendiri terjadi bukan hanya dikarenakan oleh infeksi bakteri penyebab jerawat saja. Didukung dari The Journal of clinical and aesthetic dermatology, aktvitas pro-inflamasi juga merupakan cikal bakal pembentukan jerawat.

Pemicunya tak lain dan tak bukan adalah stres, seperti makan makanan tinggi lemak dan gula, ataupun gaya hidup yang tidak teratur. Sehingga diperlukan produk skincare yang mengandung antioksidan tinggi untuk menghambat pemicu-pemicu tersebut.

Berikut bahan-bahan aktif yang mengandung antioksidan tinggi.

  • Astaxanthin
  • Resveratrol
  • Coenzyme Q10
  • Vitamin E (tocopherol)
  • Vitamin C (ascrobic acid dan turunannya)
  • Vitamin A (Retinol)
  • Niacinamide

Selain itu, jangan lupa untuk makan makanan tinggi vitamin, mineral dengan perbanyak sayur dan buah-buahan, dan gaya hidup teratur untuk meminimalisir stres.

Konklusi

Jerawat meradang disebabkan oleh 4 faktor utama yaitu, sebum atau produksi kadar minyak berlebih, follicular hyperkeratinization atau hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi bakteri P. acnes sehingga terjadi infeksi, dan aktivitas pro-inflamasi.

skincare untuk kulit berjerawat

Referensi:

  1. Berry, Jennifer. (2020). Inflamed acne: Case, symptoms, and remedies. Medical News Today.
  2. Dréno B. (2017). What is new in the pathophysiology of acne, an overview. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology: JEADV, 31 Suppl 5, 8–12.
  3. Sharkey, Lauren. (2020). A Beginner’s Guide to Facial Extractions. Healthline.
  4. Tanghetti E. A. (2013). The role of inflammation in the pathology of acne. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 6(9), 27–35.
  5. Titus, S., & Hodge, J. (2012). Diagnosis and treatment of acne. American family physician, 86(8), 734–740.

Was this article helpful?