search-box
Search blog...

Cara Simple Mengatasi Maskne (Jerawat akibat Masker) dengan Serum BASE

cara mengatasi jerawat, jerawat, maskne, serum

Tiba-tiba jerawat datang bertubi-tubi ketika mulai rutin pakai masker selama pandemi? Kamu nggak sendirian, kok!

Penelitian menjelaskan bahwa sering menggunakan masker ternyata dapat memicu timbulnya jerawat. Fakta ini dikarenakan penggunaan masker berdampak pada trauma fisik di permukaan kulit, seperti gesekan dan tekanan pada kulit wajah.

Di sisi lain, trauma fisik pada permukaan kulit wajah akibat pemakaian masker ini bisa menyebabkan peradangan kelenjar yang kemudian memicu tumbuhnya jerawat. Kondisi inilah yang akhirnya membentuk jerawat yang meradang di wajah.

A dirty mask will only cause problems more quickly. -Sandra Lee, Dr. Pimple Popper.

Para dermatologists mengatakan bahwa beberapa perubahan sederhana pada rutinitas pemakaian masker dan perawatan kulit dapat membuat perbedaan besar dalam mengatasi jerawat masker atau maskne. Kenali penyebab maskne akibat terlalu lama menggunakan masker di sini.

Lalu, gimana dong cara menentukan skincare yang tepat untuk mengatasi maskne yang baik untuk kulit?

Gunakan Skincare yang Mengandung Resveratrol

Resveratrol adalah polyphenolic phytoalexin alami yang ditemukan pada anggur, kulit berry, Japanese Knotweed dan dikenal sebagai antioksidan kuat melawan inflamasi, pelindung saraf dan kardio.

Resveratrol juga berperan efektif dalam berbagai kondisi kulit seperti jerawat, eksim eksfoliatif, psoriasis dan diketahui memberikan perlindungan terhadap oksidasi yang dihasilkan oleh radiasi ultraviolet. Nah, kandungan Resveratrol yang ampuh melawan jerawat ini, pada akhirnya mampu mencegah jerawat bertambah parah dikarenakan penggunaan masker (masker) yang terlalu lama.

Resveratrol, polifenol yang ditemukan di Japanese Knotweed dan kulit anggur merah, adalah antioksidan yang sangat efektif dengan efisiensi 95% dalam mencegah peroksidasi lipid dibandingkan dengan 37% untuk Vitamin C atau 65% untuk Vitamin E.

Cegah Jerawat Datang Kembali dengan Bakuchiol

Dalam cara mengatasi jerawat, Bakuchiol sering dibandingkan dengan Retinol. Mereka sama-sama berfungsi untuk mengatasi jerawat, sementara perbedaan Bakuchiol dengan Retinol itu sendiri terletak pada ingredients-nya, lho!

Bakuchiol berasal dari biji dan daun tanaman Psoralea Corylifolia, atau babchi, ramuan tradisional yang digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan Cina untuk mengobati berbagai penyakit. Sebaliknya, retinol adalah salah satu bentuk utama vitamin A dari produk hewani.

Penggunaan Bakuchiol selain berfungsi sebagai anti-inflamasi, namun juga mampu mencegah datangnya kembali jerawat. Caranya dengan mengatur produksi sebum untuk mencegah bakteri penyebab jerawat hidup subur di area yang kaya akan sebum serta mencegah terjadinya hiperkeratinisasi, dimana sel-sel kulit rontok lebih cepat dari biasanya sehingga dapat mencegah sel kulit mati terperangkap di folikel rambut.

Menjaga Kelembapan pada Kulit Berminyak

Kulit berminyak dan kusam merupakan masalah yang tidak hanya dihadapi oleh teenagers. Bahkan, banyak orang dewasa masih memiliki masalah kulit berminyak dan memiliki pori-pori besar. Kabar baiknya, pada sebuah studi klinis baru pada kulit Asia yang berminyak dilakukan di Seoul, Korea Selatan meneliti krim yang mengandung 2% nanoemulsion Mastic Gum yang diaplikasikan selama 2 minggu.

Hasilnya pengukuran sebum di pipi menunjukkan pengurangan terkontrol yang signifikan setelah satu minggu dan lebih jelas setelah dua minggu. Meskipun sebum yang dihasilkan lebih sedikit, hidrasi kulit meningkat secara signifikan. Mastic Gum sendiri adalah resin tanaman yang dikenal berfungsi sebagai astringen, anti-inflamasi, dan anti-mikroba.

Cari tahu lebih detail mengenai manfaat Mastic Gum dalam mengatasi jerawat di sini.

Solusi Nyaman Mengatasi Maskne

Nah, ketiga hero ingredients (Bakuchiol, Japanese Knotweed dan MastIc Gum) dapat kamu temukan pada BASE Deep Sebum Control & Pore Clarifying Serum yang menggabungkan superplant dan bioteknologi, dimana teruji klinis mampu mencegah jerawat. Jangan lupa untuk melakukan daily routines di sini dan temukan perubahannya. Selamat mencoba, BASE Friends!

Referensi:

Diagnostic and management considerations for “maskne” in the era of COVID-19. J Am Academy Dermatol. 2021 Feb; 84(2): 520-521. Published online 2020 Oct 1.

Taylor EJ, Yu Y, Champer J, Kim J. Dermatol Ther (Heidelb). 2014 Sep 17

Zouboulis C.C., Acne and sebaceous gland function, Clin Dermatol 22(5), 360-366 (2004).

Imperato-McGinley J., Gautier T., Cai L.Q., Yee B., Epstein J., Pochi P., Androgen control of sebum production. Study subjects

The Struggle With Maskne Is Very Real, Cleveland Clinic, 2021 ​​https://health.clevelandclinic.org/the-struggle-with-maskne-is-very-real/

DANIEL SCHMID*, FRANZISKA WANDREY, FRED ZÜLLI Mibelle Biochemistry, Buchs, Switzerland, Treating Large Pores: Chios mastic to improve oily skin, large pores and acne. 2020.

Related tags

Was this article helpful?