search-box
Search blog...

Kenali Penyebab dan Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak Sedari Dini

skin barrier, skincare

Setelah exfoliating kulit menggunakan acids dan retinol menjadi tren beberapa tahun belakangan, BASE Friends pun mulai mengenal kata-kata skin barrier. Tren perawatan kulit yang mengutamakan kesehatan skin barrier menjadi salah satu tujuan utama dari merawat kulit. Nah, sebenarnya apa sih yang dimaksud skin barrier itu sendiri?

Pahami cara memilih skincare routine sesuai dengan tipe kulitmu di sini ya!

Kenali Pengertian Skin Barrier

Kulit memiliki tiga lapisan utama, antara lain: Epidermis, Dermis (lapisan tengah kulit yang mengandung kolagen, elastin, serta saraf kulit dan suplai darah), dan Lemak Subkutan (lapisan yang membentuk penghalang antara kulit dan otot).

Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit yang disebut stratum korneum sering digambarkan sebagai “dinding bata”. Lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit keras yang disebut corneocytes. Lapisan inilah yang disebut dengan skin barrier atau acid mantle.

Epidermis sendiri mengandung tiga jenis sel, loh! Keratinosit sebagai sel pembentuk kulit yang biasa disebut juga dengan ceramide, Melanosit yang juga dikenal sebagai melanin, serta Langerhan yang berfungsi respons imun terhadap bakteri, jamur dan virus. Tanpa skin barrier, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, sehingga membuat kulit dehidrasi. Skin barrier sangat penting untuk kesehatan kulit dan perlu dilindungi agar berfungsi dengan baik.

Ketahui cara aman merawat lapisan kulit di sini!

Penyebab Skin Barrier Rusak

skin barrier

Penyebab paling umum dari penghalang kulit yang rusak adalah: genetika, usia, serta kebiasaan perawatan kulit yang agresif, seperti over-exfoliating atau over-cleansing, dan pengaruh eksternal/lingkungan, seperti paparan sinar UV dan polusi.

Pengaruh Genetika

Penyebab skin barrier rusak melalui pengaruh genetika seperti dermatitis atopik, atau dikenal sebagai eksim, yang merupakan kondisi kulit inflamasi disertai dengan skin barrier yang lemah. Hal ini membuat skin barrier tidak berfungsi dengan baik, yang pada akhirnya membuat kulit dehidrasi dan rentan terhadap infeksi.

Pengaruh Usia

Usia juga berkontribusi pada kerusakan skin barrier karena kemampuan tubuh untuk memproduksi minyak menjadi berkurang seiring waktu. Hal ini membuat kemampuan kulit menjadi lebih sulit untuk mengisi lipid yang sangat penting untuk skin barrier.

Perawatan Kulit yang Agresif

Membersihkan kulit terlalu sering atau menggunakan bahan-bahan yang terlalu agresif dapat mengelupas lapisan minyak alami kulit. Cara sederhana untuk mengetahui skin barrier rusak adalah setelah mencuci muka, apakah kulit terasa kaku atau kencang setelah dibilas.

Meskipun dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati, namun eksfoliasi juga berpotensi merusak skin barrier. Di antaranya jika kamu menggunakan bahan dengan konsentrasi terlalu tinggi, penggunaan scrub yang dapat membuat microtears di kulit, atau dilakukan terlalu sering.

Pengaruh Faktor Eksternal

Terakhir, ada faktor eksternal/lingkungan. Udara kering di musim hujan atau udara dalam ruangan dapat menyerap kelembapan dari skin barrier. Selain itu, paparan radikal bebas seperti sinar matahari dan polusi,juga dapat mempengaruhi ketahanan skin barrier. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak kulit, sel, lipid, kolagen, dan bahkan DNA dan akhirnya mempercepat proses penuaan.

Ciri-ciri Skin Barrier Rusak

skin barrier

Ketika skin barrier tidak berfungsi dengan baik, kamu mungkin lebih rentan mengalami gejala dan kondisi kulit berikut:

Kulit Kering/Kusam

Ketika skin barrier mengalami kerusakan, ada peningkatan kehilangan air transepidermal (kondisi dimana kelembaban di kulit hilang dan menguap). Hal tersebut membuat kulit kamu mengalami tanda-tanda kekeringan, seperti tekstur kasar, bersisik, atau mengelupas hingga kulit terlihat kusam.

Kulit Kemerahan

Peradangan berkontribusi besar pada skin barrier yang rusak. Kerusakan skin barrier akan memperburuk peradangan karena retakan pada skin barrier memungkinkan iritasi dan alergi menyelinap dengan mudah, yang pada akhirnya mampu memicu reaksi peradangan. Jika kamu melihat kulit kemerahan atau gatal, kemungkinan skin barrier BASE Friends sedang mengalami kerusakan nih!

Kulit Sensitif

Sebuah penelitian mengatakan bahwa ketidakseimbangan lipid dalam skin barrier, menyebabkan disfungsi, sehingga menyebabkan kulit menjadi sensitif. Sementara jenis kulit sensitif sebagian besar bersifat genetik, faktor-faktor eksternal seperti penggunaan berlebihan skincare dan bahan yang tidak tepat dapat menyebabkan rasa perih atau terbakar. Hal tersebut dikarenakan kerusakan skin barrier.

Jerawat

Noda dan jerawat yang meradang dapat menjadi ciri-ciri kerusakan skin barrier, karena bakteri penyebab jerawat lebih mudah menembus kulit. Selain itu, bahan pada obat jeraweat seperti benzoil peroksida cenderung mengeringkan kulit, yang ternyata dapat merusak skin barrier sehingga terjadinya peradangan jerawat.

Untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk skin barrier kamu, yuk, ketahui dulu jenis kulitmu di sini.

Mengapa Menjaga Skin Barrier Sedari Dini Penting Bagi Kulit?

Skin barrier memiliki dua peran umum: menjaga hal-hal baik tetap di dalam lapisan kulit dan hal-hal buruk di luar. Skin barrier berfungsi melindungi kulit dari berbagai faktor yang bisa merusaknya seperti polusi maupun radiasi ultraviole. Skin barrier juga membantu tubuh mempertahankan kelembapan alami dengan mencegah kehilangan transepidermal udara.

Jika lapisan terluar epidermis (stratum korneum) tidak mengandung cukup hidrasi, kulit akan kehilangan lapisan elastisitas sehingga nampak kering, kasar, dan bersisik. Kulit yang kurang terhidrasi juga tidak dapat mempertahankan skin barrier utuh yang sesuai, membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan dari luar.

Perbaiki kerusakan skin barrier dengan menyesuaikan kebiasaan perawatan kulit dan melembabkan kulit dengan tepat, ya! Bahan terbaik untuk skin barrier adalah humektan, emolien, ceramide, dan antioksidan yang bisa kamu temukan dalam produk BASE.

Cari tahu tentang bahan vegan alami yang aman untuk menjaga skin barrier di sini!

Referensi:

  • Milstone LM, et al. (2012). Impact of epidermal desquamation on iron store tissues. DOI: 10.1016/2Fj.jdermsci.2012.04.003

  • Perceived Age and Life Style. The Specific Contributions of Seven Factors Involved in Health and Beauty https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5706759/

  • Del Rosso JQ. Repair and maintenance of the epidermal barrier in patients diagnosed with atopic dermatitis: an evaluation of the components of a body wash-moisturizer skin care regimen directed at management of atopic skin. J Clin Aesthetic Dermatol. 2011;4(6):45-55.

  • Rosso JD, Zeichner J, Alexis A, Cohen D, Berson D. Understanding the epidermal barrier in healthy and compromised skin: clinically relevant information for the dermatology practitioner: proceedings of an expert panel roundtable meeting. J Clin Aesthetic Dermatol. 2016;9(4 Suppl 1):S2-S8.

  • Parrado C, Mercado-Saenz S, Perez-Davo A, Gilaberte Y, Gonzalez S, Juarranz A. Environmental stressors on skin aging. mechanistic insights. Front Pharmacol. 2019;10:759. doi:10.3389/fphar.2019.00759

  • Spada F, Barnes TM, Greive KA. Skin hydration is significantly increased by a cream formulated to mimic the skin’s own natural moisturizing systems. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2018;11:491-497. doi:10.2147/CCID.S177697

  • Clatici VG, Racoceanu D, Dalle C, et al. Perceived age and life style. the specific contributions of seven factors involved in health and beauty. Maedica (Bucur). 2017;12(3):191-201.

Was this article helpful?