search-box
Search blog...

Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat di Pipi Kanan

penyebab jerawat di pipi kanan

Kenapa ya terkadang jerawat yang muncul tempatnya di situ-situ saja? Kadang juga jerawat yang muncul hanya di suatu daerah saja. Sebelumnya, BASE sudah membahas tentang jerawat di pipi kiri, di blog kali ini BASE akan mengupas tuntas mengenai penyebab cikal bakal mengenai penyebab jerawat di dahi dan cara mengatasinya. Yuk, baca sampai tuntas!

Penyebab terjadinya jerawat di pipi kanan

Ada banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab munculnya jerawat di pipi kanan. Berikut BASE telah merangkum penyebab-penyebab tersebut.

Pergesakan antara pipi dengan sarung bantal

Sarung bantal yang kurang bersih adalah penyebab jerawat di pipi yang paling umum. Hal ini disebabkan menumpuknya bakteri, kotoran, dan minyak di permukaan sarung bantal yang berasal dari rambut dan kulit kita. Menurut penelitian dari Bhadra PA, Pergesekan antara sarung bantal dan pipi selama berjam-jam ini dapat memicu timbulnya jerawat.

Pergesekan antara pipi dengan ponsel

Bakteri pada ponsel merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penelitian yang dilakukan di UK oleh jurnal Germs membuktikan bahwa 1 dari 6 ponsel terkontaminasi dengan bakteri yang berasal dari feses, salah satunya adalah E.coli.

Menurut artikel dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, hal ini dapat disebabkan oleh orang-orang yang tidak mencuci tangan setelah dari toilet/WC. Selain bakteri dari feses, bakteri pada ponsel juga bisa berasal dari jari.

Rata-rata setiap orang menyentuh ponsel lebih dari 2000 kali sehari sehingga kotoran dan bakteri yang terdapat pada jari menumpuk di layar HP sehingga menimbulkan jerawat di sekitar pipi, dagu & mulut.

Apabila kita memegang HP lebih dari satu jam, maka terjadi penumpukan keringat pada layar HP yang menyebarkan bakteri pada wajah. Hal ini akan menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah, terutama pipi, apalagi jika kita rutin menelepon seseorang dan menempelkan HP pada pipi.

Ketidakseimbangan hormon

Jerawat di pipi kanan juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon pada tubuh, terutama pada hormon androgen. Hormon androgen yang berlebihan dapat merangsang kelenjar minyak dan menyumbat pori-pori, sehingga kelenjar minyak akan memproduksi sebum yang berlebihan.

Sebum in memiliki kandungan berupa trigliserida, kolesterol dan asam lemak bebas. Menurut penelitian dari New Ethical dalam American Journal of Clinical Dermatology, asam lemak bebas ini dapat merangsang kolonisasi bakteri C. acnes sehingga terjadi inflamasi.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon sering terjadi pada perempuan, terutama saat mendekati siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon ini juga dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, terutama produk-produk olahan dari susu dan daging merah.

Sering Menyentuh Wajah dengan Tangan

Ketika kita sering menyentuh wajah kita dengan jari, maka kita memberikan kulit kita banyak minyak, kotoran dan bakteri. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Pediatric Dermatology, memegang wajah termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya jerawat.

Cara mengatasi Jerawat di Pipi Kanan

Ada beberapa cara untuk mengatasi jerawat di pipi kanan berdasarkan saran dari American Academy of Dermatology Association, yaitu:

  • Memperhatikan kembali jenis makanan yang dikonsumsi. Kurangi produk-produk olahan dari susu dan daging merah, serta mulailah untuk menjalani vegan lifestyle.
  • Mencuci muka secara rutin, yaitu 2-3 kali sehari, terutama ketika wajah dan badan telah berkeringat.
  • Dianjurkan untuk mengganti sarung bantal setiap minggu atau 2-3 kali seminggu.
  • Jangan sering memegang HP dan sering membersihkan layar HP.
  • Jangan sering untuk menyentuh pipi terutama ketika ada jerawat yang sedang meradang.
  • Jangan sering gonta-ganti skincare karena merasa skincare tidak memberikan perubahan signifikan terhadap jerawat. Hal ini justru memperburuk kondisi jerawatmu. Tunggu hasil dari skincare minimal sebulan setelah memakainya.

Selain menerapkan tips yang telah disebutkan sebelumnya, BASE Friends juga bisa memakai bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan untuk menanggulangi jerawat. Terbukti lebih lembut dalam mengatasi jerawat, berikut bahan-bahan yang bisa BASE Friends coba.

Camellia sinensis atau greentea

Kandungan zat kimia yang dikandung oleh greentea berupa polifenol dan katekin dapat bersifat sebagai anti-inflamasi, anti bakteri dan anti-oksidan yang sangat dibutuhkan dalam upaya mengatasi jerawat.

Kandungan skincare satu ini dapat kamu temukan pada BASE Fight Acne Kit yang terdiri dari cleanser, hydrating toner, moisturizer dan sunscreen. Lebih lengkapnya, kamu bisa lihat detail produknya di sini dan melihat testimoni Mae, salah satu BASE BFF yang menggunakan produk tersebut di sini.

menghilangkan jerawat di pipi kanan

Vitamin E

Vitamin E dapat digunakan untuk mengobati jerawat apabila dikombinasikan dengan zat aktif yang lain. Studi yang dilakukan pada tahun 2017 membuktikan bahwa kombinasi vitamin E dengan zinc dan lactoferrin dapat mengobati jerawat parah pada orang dewasa.

Sementara itu, vitamin E sendiri dapat berasal dari beberapa bahan aktif berikut ini, yaitu safflower oil, sunflower oil, corn oil, soybean oil, almonds, hazelnuts dan sunflower seeds oil. Untuk kamu yang mencari turunan dari vitamin E dalam skincare, ada Ultra Gleam Purifying Lotion dengan kandungan sunflower oil untuk dipadukan dalam skincare routine-mu, nih.

Setelah tahu banyak kandungan skincare yang bisa kamu pakai dalam menghadapi jerawat, jangan lupa tips layering skincare agar kulitmu makin sehat, ya, BASE Friends. Tips layering skincare dari BASE bisa kamu baca di sini. Semoga jerawatmu dapat segera terhempas dan wajah kembali bersih, ya!

Referensi:

  1. Bhadra, P. A Literature Review on Acne Due to Hormonal Changes and Lifestyle. Chicago
  2. Chan, H., Chan, G., Santos, J., Dee, K., & Co, J. K. (2017). A randomized, double‐blind, placebo‐controlled trial to determine the efficacy and safety of lactoferrin with vitamin E and zinc as an oral therapy for mild to moderate acne vulgaris. International journal of dermatology, 56(6), 686-690.
  3. Cheng, C. E., Irwin, B., Mauriello, D., Liang, L., Pappert, A., & Kimball, A. B. (2010). Self‐reported acne severity, treatment, and belief patterns across multiple racial and ethnic groups in adolescent students. Pediatric dermatology, 27(5), 446-452.
  4. Kõljalg, S., Mändar, R., Sõber, T., Rööp, T., & Mändar, R. (2017). High level bacterial contamination of secondary school students’ mobile phones. Germs, 7(2), 73.
  5. London School of Hygiene & Tropical Medicine. 2011. Contamination of UK mobile phones and hands revealed. Retrieved from https://www.lshtm.ac.uk/newsevents/news/2011/mobilephones.html
  6. Shaw, J. C. (2003). Acne: Effect of hormones on pathogenesis and management. NEW ETHICALS JOURNAL, 6(8), 53-60.

Related tags

Was this article helpful?