search-box
Search blog...

Hero Ingredient: Sunflower Oil, Minyak Pelawan Hiperpigmentasi

Hero Ingredient: Sunflower Oil, Minyak Pelawan Hiperpigmentasi

Kandungan dari minyak biji bunga matahari atau sunflower oil memiliki banyak manfaat seperti, mencerahkan kulit, memperbaiki skin barrier, dan anti-iritasi yang cocok untuk kulit berminyak dan sensitif.

Tunggu dulu, apa bedanya kuaci dengan minyak biji bunga matahari? Kuaci dan minyak biji bunga matahari sama-sama diambil dari biji bunga matahari.

Tetapi, terdapat dua jenis bunga matahari yang biasa dipanen, jenis yang memiliki minyak di biji, dan satu lagi biji yang tidak memiliki minyak. Biji yang tidak memiliki minyak biasanya dikonsumsi dan berwarna hitam dengan garis putih.

Nah, kalau minyak biji bunga matahari yang biasa digunakan pada produk skincare diambil dari jenis bunga matahari yang bijinya mengandung minyak. Jadi, jangan pakai kuaci sebagai masker wajah ya.

Ini nih manfaat-manfaat dari sunflower oil atau minyak biji bunga matahari untuk kulit.

Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit

Dalam studi in vitro* memperlihatkan kalau minyak biji bunga matahari ini dapat mencerahkan dan meratakan warna kulit.

Kandungan linoleic acid dan oleic acid yang tinggi pada minyak biji bunga matahari mencegah produksi melanin pada kulit, sehingga sangat ideal untuk kamu yang memiliki masalah seperti hiperpigmentasi dan memiliki bekas jerawat.

Ambil skin test ini untuk cari tahu apa saja bahan aktif yang cocok untuk menyelesaikan permasalahan kulitmu.

Memperbaiki Skin Barrier dan Efek Anti-iritasi

Studi yang dilakukan secara in vivo** memperlihatkan kalau minyak biji bunga matahari memiliki properti yang dapat memperbaiki skin barrier yang rusak **dan anti-iritasi** sehingga cocok untuk kulit yang sensitif juga direkomendasikan untuk bayi.

Lagi-lagi kandungan linoleic acid yang tinggi ini adalah komponen penting dalam menjaga agar ceramide yang alami terdapat pada kulit kita berfungsi dengan baik sehingga kulit terjaga kelembapannya sekaligus mencegah iritasi pada kulit.

Dari studi yang dilakukan oleh J Invest Dermatol memperlihatkan kalau penggunaan minyak biji bunga matahari ini meningkatkan hidrasi kulit sebanyak 12-18%.

Anti-microbial dan Memiliki Efek Purifying

Hasil dari studi yang dilakukan oleh Mar Drugs, memperlihatkan kalau GLA (Gamma-linoleic Acid), hasil konversi dari linoleic acid pada kulit dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Juga efektif dalam mengontrol bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi penyebab inflamasi atopik dermatitis, dan jerawat. Bakteri ini juga sering ditemukan pada kulit dengan tanda-tanda stres seperti mudah gatal, kemerahan dan timbul jerawat.

Apakah Minyak Biji Bunga Matahari Cocok Untuk Kulitmu?

Tentunya, banyak pilihan minyak di luar sana yang dapat mengatasi berbagai macam permasalahan kulitmu. Tetapi, minyak biji bunga matahari cocok untuk kamu yang memiliki masalah seperti hiperpigmentasi, jerawat, dan kulit yang sensitif.

Yuk, cari tahu lebih dalam solusi untuk permasalahan kulitmu dengan mengambil skin test dari BASE.

*in vitro adalah studi yang dilakukan pada sebuah tabung atau piringan yang berisi sel kulit.**in vivo adalah studi yang dilakukan pada kulit manusia dengan lingkungan yang terkontrol.

Referensi:

  1. Elias P.M., Brown B.E., Ziboh V.A., The Permeability Barrier in Essential Fatty Acid Deficiency: Evidence for a Direct Role for Linoleic Acid in Barrier Function, J Invest Dermatol. 1980 Apr;74(4):230-3.
  2. Kapoor R., et. al., Gamma linolenic acid: an antiinflammatory omega-6 fatty acid, Cur Pharm Biotechnol. 2006 Dec;7(6):531-4.
  3. Ando H., et al., Linoleic acid and alpha-linolenic acid lightens ultraviolet-induced hyper-pigmentation of the skin, Arch Dermatol Res. 1998 Jul;290(7):375-81.
  4. Desbois A.,et. al., Antibacterial activity of long-chain polyunsaturated fatty acids against Pro-pionibacterium acnes and Staphylococcus aureus, Mar Drugs. 2013 Nov 13;11(11):4544-57.

Was this article helpful?