Search blog...

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Fungal Acne, Komedo Putih dan Milia

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Fungal Acne, Komedo Putih dan Milia

Sering mendengar kata fungal acne? Mungkin dari namanya kamu sudah bisa menebak kalau fungal acne adalah jerawat yang disebabkan oleh jamur. Tunggu dulu, walaupun nama kerennya adalah fungal acne, namun masalah kulit satu ini bukan masuk dalam kategori jerawat.

Memang fungal acne terlihat seperti jerawat khususnya komedo putih, juga terkadang mirip dengan milia. Biar kamu tidak bingung, berikut perbedaan antara fungal acne, komedo putih, dan milia.

Semua Tentang Fungal Acne

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa fungal acne bukan termasuk dalam kategori jerawat, melainkan infeksi jamur yang tumbuh tidak terkendali di folikel rambut. Nama teknis untuk kondisi medis ini adalah malassezia folliculitis atau pityrosporum folliculitis, tergantung pada jenis jamur ragi tersebut.

Hal yang paling membedakan fungal acne dari komedo putih adalah benjolan-benjolan kecil yang muncul banyak dan berdekatan dengan ukuran yang hampir seragam antara satu dengan yang lainnya.

Fungal acne juga suka timbul di area yang memproduksi minyak berlebih, seperti di bagian T-zone, dahi, pipi, dada, lengan dan punggung, juga disertai dengan rasa gatal. Sedangkan komedo putih dan jerawat inflamasi, jarang menimbulkan rasa gatal.

Penyebab Fungal Acne

Sederhananya, fungal acne disebabkan oleh jamur di kulit yang terperangkap di folikel rambut dan menyebabkan benjolan kecil seperti jerawat. Umumnya, kulit kita terdapat bakteri dan jamur yang jika seimbang tidak akan menginfeksi kulit. Berikut hal-hal yang dapat menganggu keseimbangan tersebut:

  • Tidak mengganti baju setelah berkeringat banyak. Mungkin untuk kamu yang suka malas ganti baju setelah berolahraga, mulai untuk biasakan ganti baju. Berkeringat banyak membuat kulit lebih lembap yang menjadikan lingkungan optimal untuk jamur tumbuh.
  • Memakai pakaian ketat. Mau fashionable dengan pakaian ketat? Boleh kok, tetapi jangan terlalu lama memakai pakaian ketat, karena hal ini kulit mudah berkeringat dan lembap.
  • Lingkungan yang lembap dan iklim panas. Iklim tropis seperti Indonesia juga mendukung perkembangan jamur. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah memakai pakaian yang memberikan sirkulasi udara.
  • Mengkonsumsi antibiotik. Menurut _The Journal of clinical and aesthetic dermatology, a_ntibiotik biasanya membunuh bakteri namun membiarkan jamur tumbuh meraja rela di kulitmu.
  • Mengkonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat. Makanan favorit dari jamur adalah karbohidrat. Kalau kamu engga mau ada jamur tumbuh di kulitmu, mungkin kamu bisa mulai mengurangi konsumsi gula dan nasi pada diet kamu.

Semua Tentang Komedo Putih

Nah, kalau yang ini pasti sudah banyak yang familiar. Komedo putih atau juga biasa disebut sebagai komedo tertutup adalah salah satu jenis jerawat noninflamasi, dimana sebum berlebih dan sel kulit mati menyumbat pori-pori. Biasanya terdapat di sekitar hidung, dagu dan dahi. Titik putih yang menonjol menjadi ciri khas dari komedo putih ini.

Kalau begitu apa yang membedakan komedo putih dengan milia? Selain lokasi timbulnya yang berbeda, komedo putih dapat dikeluarkan titik putihnya sedangkan milia tidak bisa. Tau tidak, kalau komedo putih juga bisa tumbuh di lengan, punggung dan dada juga loh.

Penyebab Komedo Putih

Selain produksi sebum berlebih dan penumpukan sel kulit mati, komedo putih juga disebabkan oleh pergesekan antara kulit dengan suatu benda. Cari tahu apa saja penyebab di balik munculnya komedo putih:

  • Khususnya perempuan, fluktuasi hormon menjelang haid. Saat menjelang haid, terkadang wajah terasa lebih berminyak dari biasanya, hal ini membuat komedo putih mudah terbentuk.
  • Memakai masker wajah terlalu lama tanpa ada sirkulasi yang baik. Menggunakan masker terlalu lama juga dapat menimbulkan komedo putih dan tidak jarang juga, pergesekan antara masker dan kulit membuat kulit mudah terinfeksi dan timbul jerawat inflamasi.
  • Jika kulit kamu berminyak dan mudah berjerawat pakai kosmetik yang nonkomedogenik. Memakai perawatan kulit dan kosmetik yang nonkomedogenik agar pori-pori kamu tidak gampang tersumbat kotoran dan sebum berlebih.
  • Tidak menghapus makeup secara bersih. Setelah memakai makeup ataupun sunscreen yang tebal disarankan untuk mencuci muka dua kali atau melakukan double cleansing.

Untuk mengetahui cara penanganannya, kamu bisa bisa baca di sini untuk mencari tahu lebih lanjut.

Semua Tentang Milia

Secara kasat mata dan tanpa diperhatikan lebih mendetail, milia sangat mirip dengan komedo putih. Hanya saja, kalau dipencet milia terasa keras seperti kerikil sehingga titik putih yang mencuat dari kulit tersebut tidak dapat dikeluarkan isinya.

Penyebab Milia

Kalau yang satu ini biasanya muncul di sekitar mata dan pipi, bentuknya cukup mirip dengan fungal acne dan komedo putih. Milia timbul saat protein kulit terperangkap di bawah kulit karena pertumbuhan keratin yang berlebih dan sel kulit tidak berganti cukup cepat untuk menyeimbangi pertumbuhan keratin.

Ini mungkin terdengar sedikit menakutkan, tetapi kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya bagi kulit dan sama sekali tidak berkaitan dengan pori-pori atau sebum. Berita baiknya lagi, milia dapat hilang sendiri dengan eksfoliasi yang rutin, atau kalau kamu ingin mengeluarkan bintik putih tersebut, dermatologis bisa melakukannya untuk kamu.

Berikut, beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Rajin menggunakan sunscreen dan jangan lupa untuk mengaplikasi ulang jika berada di luar terus menerus. Menggunakan sunscreen dengan SPF 50 dapat mencegah timbulnya milia menurut artikel dari Medical News Today.
  • Rajin mengeksfoliasi minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu guna membantu pergantian sel secara optimal. Tetapi jangan sampai over exfoliation ya, karena akan membuat kulit kamu mudah iritasi.
  • Selain memakai sunscreen secara rutin, disarankan untuk menghindar dari paparan sinar matahari terik terlalu lama.

Kenapa Penting Untuk Mengetahui Perbedaannya?

Mengetahui perbedaan antara ketiga kondisi kulit dapat membuat kita tahu bagaimana cara tepat menangani setiap kondisi kulit di atas. Dengan begitu, kamu juga bisa menghindar hal-hal yang menyebabkan kondisi kulit tersebut.

Sekarang pasti sudah bisa membedakan fungal acne, komedo putih dan milia kan? Baca juga cara membedakan jenis jerawat agar kamu tau cara yang tepat mengatasinya.

Referensi:

  1. Cohen P R, Erickson C, Calame A (January 01, 2020) Malassezia (Pityrosporum) Folliculitis Incognito: Malessezia-associated Folliculitis Masked by Topical Corticosteroid Therapy. Cureus 12(1): e6531. doi:10.7759/cureus.6531
  2. Rubenstein, R. M., & Malerich, S. A. (2014). Malassezia (pityrosporum) folliculitis. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 7(3), 37–41.
  3. Mayo Clinic Staff. (2018). Milia. Mayo Clinic. Retrieved from mayoclinic.org/diseases-conditions/milia/symptoms-causes/syc-20375073
  4. Moore, Kristen. (2019, August 6). Everything You Need to Know About Whiteheads. Healthline. Retrieved from https://www.healthline.com/health/whitehead
  5. Seymour, Tom. (2020, January 21) How can I get rid of Milia?. Medical News Today. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/320953#home-remedies

Was this article helpful?

Related Stories

© 2020, PT Basis Inovasi Global