Search blog...

Lindungi Kulit dari Penuaan Dengan Resurrection Plant Atau Myrothamnus flabellifolius

Lindungi Kulit dari Penuaan Dengan Resurrection Plant Atau Myrothamnus flabellifolius

Selain namanya yang susah untuk disebut, kehidupan dari tumbuhan ini juga cukup ekstrim. Kekeringan menjadi masalah bagi kebanyakan tumbuhan, tetapi tidak dengan Myrothamnus flabellifolius.

Tumbuhan ini bisa kehilangan 90% air dan terlihat mati namun saat hujan datang tumbuhan ini bisa bangkit lagi dengan daun yang hijau dan sehat. Maka dari itu tumbuhan ini juga disebut sebagai resurrection plant, tumbuhan yang bisa bangkit lagi.

Myrothamnus flabellifolius, Tumbuhan yang Penuh Dengan Fun Facts!

Tumbuh di lingkungan kering penuh dengan batu tidak menjadi masalah, akar dari tanaman ini tumbuh sangat panjang membentang dari ujung ke ujung. Juga, kemampuannya untuk hidup lagi dari kekeringan dalam jangka waktu beberapa jam, membuat tumbuhan ini unik untuk investigasi.

Myrothamnus flabellifolius tumbuh di Afrika Selatan dan menjadi obat tradisional untuk mengobati luka, gangguan gusi, keluhan kulit, wasir, sampai dengan herpes simplex. Banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan, menjadikan Myrothamnus flabellifolius banyak diteliti dan mulai diadopsi ke dalam industri kosmetik.

Efek penyembuhan dan penggunaannya sebagai obat tradisional menginspirasi BASE Personalized Skincare untuk mengadopsi Myrothamnus flabellifolius sebagai salah satu bahan aktif untuk melawan tanda-tanda penuaan, dehidrasi dan juga bisa melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan lingkungan seperti polusi.

Manfaat Ekstrak Daun Myrothamnus flabellifolius

Nama tumbuhan ini susah dilafalkan, begitu juga dengan komponennya. Ekstrak daun Myrothamnus flabellifolius mengandung polifenol, arbutin, trehalose, dan 3,4,5-tri-O-galloylquinic acid. Jangan menyerah dulu, ayo kita sama-sama lalui ini.

  • Polifenol dan trehalose melindungi sel kulit dari penuaan

    Tumbuhan ini kaya akan polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan dalam mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas seperti polusi. Digabung dengan trehalose, dua komponen ini menjadi antioksidan dan efektif dalam melindungi sel kulit dari penuaan.

    Trehalose adalah sejenis gula alami yang banyak ditemukan di tumbuhan dan jamur. Tidak hanya ampuh dalam menangkal radikal bebas, trehalose sangat menguntungkan bagi kulit dehidrasi, kering dan juga dapat menghilangkan keriput maupun garis-garis halus pada wajah.

  • Arbutin mencegah sel kulit rusak dan menghambat pembentukan melanin

    Kandungan arbutin bertanggung jawab mencegah peroksidasi lipid, dimana hal ini merupakan penyebab utama dari kerusakan sel. Selain itu, arbutin juga efektif dalam meratakan warna kulit, hiperpigmentasi, kulit kusam dan membantu memudarkan bercak hitam dengan cara menghambat pembentukan melanin pada kulit.

  • 3,4,5-tri-O-galloylquinic acid memberikan efek melembapkan yang cepat

    Studi klinis menunjukkan bahwa kemampuan tumbuhan ini membangkitkan diri dengan cepat dikarenakan gabungan komponen unik dari 3,4,5-tri-O-galloylquinic acid, trehalose, dan polisakarida. Sehingga, kandungan ini dapat melindungi lapisan sel kulit dari pengeringan dan kemampuan menghidrasi kulit dengan cepat.

Apakah Myrothamnus flabellifolius Untuk Kulitmu?

Polusi seperti asap dari kendaraan motor, dan paparan sinar matahari yang terus menerus adalah penyebab kulit menjadi kusam, pori-pori terlihat besar, muncul bercak hitam dan garis-garis halus. Kalau kamu memiliki kondisi kulit seperti di atas, kamu perlu kandungan dari Myrothamnus flabellifolius yang efektif dalam menangani tanda-tanda penuaan, masalah kulit seperti dehidrasi, kering, dan hiperpigmentasi.

Di sini, BASE Personalized Skincare memformulasi dan mengkurasi lebih dari 100 bahan aktif berbasis tumbuhan yang nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit yang kamu miliki. Sehingga, BASE dapat fokus menyelesaikan inti permasalahan dari kulit kamu.

Cari tahu apakah Myrothamnus flabellifolius ada di personalized skincare kamu? Ikuti skin test ini untuk mengetahui lebih lanjut bahan aktif apa saja yang cocok untuk kulitmu.

Referensi:

  1. Ma, C., Wang, H., Macnish, A. J., Estrada-Melo, A. C., Lin, J., Chang, Y., Reid, M. S., & Jiang, C. Z. (2015). Transcriptomic analysis reveals numerous diverse protein kinases and transcription factors involved in desiccation tolerance in the resurrection plant Myrothamnus flabellifolia. Horticulture research, 2, 15034. https://doi.org/10.1038/hortres.2015.34
  2. Moore, J. P., Lindsey, G. G., Farrant, J. M., & Brandt, W. F. (2007). An overview of the biology of the desiccation-tolerant resurrection plant Myrothamnus flabellifolia. Annals of botany, 99(2), 211–217. https://doi.org/10.1093/aob/mcl269
  3. Moore, J. P., Nguema-Ona, E., Chevalier, L., Lindsey, G. G., Brandt, W. F., Lerouge, P., Farrant, J. M., & Driouich, A. (2006). Response of the leaf cell wall to desiccation in the resurrection plant Myrothamnus flabellifolius. Plant physiology, 141(2), 651–662. https://doi.org/10.1104/pp.106.077701
  4. Moore, J. P., Westall, K. L., Ravenscroft, N., Farrant, J. M., Lindsey, G. G., & Brandt, W. F. (2005). The predominant polyphenol in the leaves of the resurrection plant Myrothamnus flabellifolius, 3,4,5 tri-O-galloylquinic acid, protects membranes against desiccation and free radical-induced oxidation. The Biochemical journal, 385(Pt 1), 301–308. https://doi.org/10.1042/BJ20040499

Was this article helpful?

Related Stories