Search blog...

How to Prevent Your Acne From Coming Back

How to Prevent Your Acne From Coming Back

Pernahkah kamu merasa sangat lega saat jerawat kamu sudah kempes dan hilang semua tetapi kok bulan depan datang lagi ya? Dan terkadang jerawat lebih terlihat merah dan jumlah nya lebih banyak daripada sebelum nya.

Nah, yuk kita bahas pelan-pelan apa faktor penyebab jerawat kamu yang balik terus dan tentu nya dengan tips-tips mengatasi jerawat yang membandel tersebut. Kalau kamu masih bingung dalam membedakan jenis-jenis jerawat, silakan baca perbedaan jenis-jenis jerawat disini.

Faktor Penyebab Inflammatory Acne

Papula dan pustula termasuk dalam kategori inflammatory acne, yaitu jerawat yang meradang. Kedua tipe jerawat ini umumnya nya disebabkan oleh produksi minyak berlebihan, bakteri dan sel-sel kulit mati yang tersumbat di pori-pori, sehingga menyebabkan folikel rambut tersumbat dan meradang.

Fun Fact: Menekan jerawat sendiri dan memaksa mengeluarkan pus atau cairan putih akan mendorong bakteri jauh lebih dalam sehingga jerawat tersebut susah untuk disembuhkan.

Yuk kita bahas apa saja sih penyebab peradangan jerawat atau inflammotory acne:

  • Jumlah bakteri Propionibacterium acnes pada permukaan kulit meningkat, tetapi tidak semua bakteri menyebabkan jerawat, ada juga jerawat baik yang menjaga pH level tetap seimbang.
  • Perubahan atau fluktuasi hormon yang mempengaruhi produksi minyak meningkat di wajah. Sering terjadi saat masa pubertas dan menstruasi.
  • Mengkonsumsi obat tertentu, seperti kortikosteroid, lithium, atau pil KB.
  • Penggunaan pelembab berlebih di permukaan kulit atau karena udara yang terlalu lembab.
  • Terkena bahan kimia seperti isopropyl myristate atau propylene glycol yang biasanya terdapat pada produk kosmetik, dua kimia ini terkenal dapat menyumbat pori-pori.
  • Mengkonsumsi makanan tinggi glycemic index seperti gula, roti putih, dan nasi putih yang meningkatkan level insulin yang juga meningkatkan produksi sebum, dan menstimulasi adrenal androgen synthesis dan meningkatkan androgen bioavailability dimana semua faktor ini dapat memicu atau menambah parah jerawat yang sudah ada.

Faktor Penyebab Nodulocystic Acne

Nodul dan jerawat batu dikategorikan sebagai nodulocystic acne bisa bermula hanya jerawat kecil atau komedo, tetapi dengan seiring nya waktu, penyumbatan pada pori-pori akan meradang karena bakteri, dan akhirnya menghancurkan dinding folikel sehingga perdangan terjadi pada lapisan kulit yang cukup dalam. Untuk beberapa orang jerawat ini akan terasa sakit, dan ukuran nya lebih besar daripada tipe jerawat lainnya.

Jerawat ini terdengar menyeramkan dan pasti kamu sedang berharap agar tidak mendapatkan jerawat seperti ini. Berikut faktor penyebab muncul nya nodulocystic acne:

  • Sama dengan inflammatory acne perubahan hormon bisa menjadi salah satu faktornya. Influktuasi hormon yang membuat produksi sebum berlebih.
  • Juga sama dengan inflammatory acne, mengkonsumsi makanan tinggi glycemic index seperti gula, roti putih, dan nasi putih yang meningkatkan level insulin yang juga meningkatkan produksi sebum, dan menstimulasi adrenal androgen synthesis dan meningkatkan androgen bioavailability dimana semua faktor ini dapat memicu atau menambah parah jerawat yang sudah ada.
  • Buah apel jatuh tidak jauh dari pohon nya. Genetik bisa menjadi salah satu faktor dominan. Jika orang tua kamu pernah mengalami jerawat yang parah maka kemungkinan besar kamu juga akan mendapatkan nya.

Cara Mencegah dan Mengobati Inflammatory Acne dan Nodulocystic Acne

Mengobati peradangan pada jerawat cukup memakan waktu. Tanpa berlama-lama berikut cara dan tips mencegah dan mengobatinya:

  • Untuk meredakan kemerahan, dianjurkan menggunakan ingredients yang mengandung niacinamide, salicylic acid, zinc sulfate, cica, dan chamomile.
  • Sulfur atau belerang sudah sangat terkenal di komunitas orang-orang berjerawat, karena sulfur anti-inflamasi, dapat membunuh bakteri. Sulfur bekerja dengan mengeringkan permukaan kulit dan menyerap minyak.
  • Tea tree oil dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat, walaupun efektifitas nya terhadap jerawat nodul masih perlu penelitian lebih mendalam. Umumnya tea tree oil cocok untuk papula dan pustula.
  • Obat topikal jerawat, seperti benzoyl peroxide dan antibiotik clindamycin akan lebih efektif setelah jerawat atau pustula dipencet dan dikeluarkan cairan berwarna putih sedikit kekuningan tersebut. Biarkan dermatologist melakukan nya untuk kamu.
  • You are what you eat, sering denger kan? untuk jerawat yang timbul dikarenakan perubahan hormon menghindari makanan tinggi glycemic index seperti gula, roti, dan nasi putih bisa membantu mengurangi.
  • Tetapi kalau jerawat ini muncul seperti cluster dan banyak di sekitar rahang atau dahi lebih baik dan sangat disarankan untuk ke dermatologist.
  • Jaga agar tidak stres berlebih. Stres dapat mempengaruhi imun dan hormon dalam tumbuh sehingga stres dapat membuat jerawat yang sudah ada menjadi lebih parah atau bahkan memunculkan yang baru.

Jika Jerawat Dikarenakan Genetik Apakah Jerawat Tersebut Dapat Diobati?

Jawaban nya bisa dengan pola hidup sehat seperti makan-makanan tinggi akan vitamin. Menurut artikel dari Dermato-Endocrinology mengungkapkan kekurangan vitamin D ditemukan dalam orang yang menderita nodulocystic acne. Bukan berarti kamu harus meminum suplemen vitamin D. Sangat disarankan untuk konsultasi dengan dermatologist untuk permasalahan jerawat kamu jika kamu memiliki riwayat berjerawat.

Memang permasalahan jerawat sangat memusingkan apa lagi kalau jerawat tersebut selalu balik lagi atau bahkan tidak bisa hilang. Memang pola hidup sehat sangat mempengaruhi kesehatan kulit tetapi perlindungan kulit dari luar juga tidak kala pentingnya. Terlebih lagi dengan agresor dan polusi dari luar mempengaruhi kesehatan kulit kita, membuat perlindungan kulit dari luar menjadi salah satu faktor utama untuk mencapai kulit sehat.

Jika kamu bingung atau ingin menggunakan obat dan antibiotik yang disebutkan diatas bersamaan dengan personalized skincare kamu, harap hubungi Customer Service Dhira terlebih dahulu, untuk mengetahui lebih lanjut.

References:

  1. Johnson BA, Nunley JR. Use of systemic agents in the treatment of acne vulgaris. American Family Physician. 2000;62(8):1823-1830.
  2. Scheman AJ. Nodulocystic Acne and Hidradenitis Suppurativa Treated With Acitretin: A Case Report. North Shore Center for Medical Aesthetics. 2002;69:287-288.
  3. Yildizgören, M. T., & Togral, A. K. (2015). Preliminary evidence for vitamin D deficiency in nodulocystic acne. Dermato-endocrinology, 6(1), e983687. https://doi.org/10.4161/derm.29799

Was this article helpful?

Related Stories

© 2020, PT Basis Inovasi Global