Search blog...

Why Won’t My Blackheads and Whiteheads Go Away?

Why Won’t My Blackheads and Whiteheads Go Away?

Pasti bingung kan kenapa komedo kayak nya awet di hidung engga pergi-pergi? Mending kalau cuma punya komedo hitam saja tetapi kayak nya ada komedo putih juga yang biasa nya muncul disekitar hidung dan dagu, kenapa ya komedo kamu engga hilang-hilang?

Faktor Penyebab Komedo

Sebelum nya baca disini dulu untuk membedakan jenis komedo hitam atau blackheads dan komedo putih atau whiteheads. Komedo termasuk kedalam jerawat jenis comedone yang berarti tidak ada peradangan? Tetapi, bukan berarti komedo tidak bisa menyebabkan peradangan, jika komedo terinfeksi oleh bakteria, bisa meradang dan akhir nya menjadi jerawat papula.

Terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang rentan mengalami komedo, di antaranya:

  • Pori-pori kulit yang teriritasi, misalnya akibat mencuci wajah dengan kasar, dan efek samping terlalu sering melakukan eksfoliasi seperti scrub.
  • Perubahan hormon yang mempengaruhi produksi minyak meningkat di wajah. Sering terjadi saat masa pubertas dan menstruasi.
  • Konsumsi obat tertentu, seperti kortikosteroid, lithium, atau pil KB.
  • Penggunaan pelembab berlebih di permukaan kulit atau karena udara yang terlalu lembab.
  • Terkena bahan kimia seperti isopropyl myristate atau propylene glycol yang biasanya terdapat pada produk kosmetik.
  • Merokok dapat memicu jerawat non-inflamasi menurut laporan kasus dermatologi di Basel, Switzerland, dikarenakan asap dari rokok yang mengandung polycyclic aromatic hydrocarbon components yang kemungkinan besar membuat pori-pori tersumbat dan melebar. Penelitian lebih lanjut diperlukan.

Tips Menghilangkan Komedo

Komedo putih cenderung lebih mudah diatasi daripada komedo hitam. Berikut tips menghilangkan komedo:

  • Clay mask atau masker tanah liat dapat mengangkat minyak berlebih dari wajah sehingga dapat mencegah komedo putih terbentuk lagi. Walaupun masker tanah liat memberikan hasil yang berbeda-beda pada setiap orang nya, penggunaan masker tanah liat lebih cocok untuk komedo berjumlah sedikit dan komedo putih.
  • Lakukan chemical exfoliation sekitar dua kali seminggu dengan salicylic acid (BHA) atau glycolic acid (AHA). Jika kamu sebelum nya belum pernah mencoba chemical exfoliation, lebih baik mencoba menggunakan l**actic acid** (AHA) atau mandelic acid yang lebih lembut. Hasil tidak terlihat secara langsung, tetapi jika digunakan secara rutin dapat melihat pengurangan jumlah komedo.
  • Retinoid topikal (tretinoin, adapalene dan tazarotene) memiliki properti anti-inflamasi sehingga retinoid tidak hanya cocok untuk komedo tetapi untuk jerawat yang meradang. Cara kerja retinoid adalah dengan mempercepat pergantian sel dari pori-pori yang tersumbat.
  • Benzoyl peroxide 2.5% dan 5% gel, terbilang ampuh dalam menangani komedo dengan tingkat sedang. Benzoyl peroxide membunuh bakteria dan menurut Canada Medical Association Journal mengurangi 21% sampai 52% jumlah komedo pada suatu area.
  • Untuk mencegah komedo menjadi jerawat meradang, clindamycin 1% dan benzoyl peroxide 5% adalah kombinasi yang tepat. Clindamycin adalah antibiotik yang digunakan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Untuk hasil yang cepat ekstraksi komedo adalah jalan yang tepat apalagi untuk komedo yang membandel lebih baik langsung ke dermatologist untuk melakukan ekstraksi.

Apakah Perawatan Skincare Harian Cukup Untuk Mencegah Komedo?

Oke, pasti sekarang kamu bingung deh apakah rutinitas skincare kamu bisa membantu mencegah komedo timbul lagi? Jawaban nya tergantung dengan bahan aktif apa yang kamu gunakan setiap hari. Untuk kamu yang sering berkomedo, lebih baik cari bahan yang anti-inflamasi, antibakteri, dapat membersihkan pori-pori dan mengontrol sebum pada wajah.

Berikut beberapa bahas aktif yang dapat mencegah atau membantu menghilangkan komedo:

  • Witch hazel cocok digunakan pada kulit berminyak. Kelebihan dari witch hazel adalah dapat menyeimbangkan minyak tanpa mengeringkan kulit dan juga memiliki properti antiinflamasi sehingga bagus untuk kulit berkomedo dan jerawat.
  • Tea tree oil merupakan bahan aktif yang sangat terkenal karena memiliki properti yang antibakteria dan juga anti-inflamasi yang membuat kulit wajah kamu akan selalu bersih dari bakteri.
  • Niacinamide juga salah satu bahan aktif yang terkenal dapat membersihkan pori-pori dan juga ada antiinflamasi nya juga loh. Selain itu niacinamide dapat mengkontrol produksi sebum di wajah sehingga niacinamide adalah bahan aktif yang paling dicari.
  • Camellia sinensis adalah sejenis tanaman teh yang memiliki komponen untuk mencegah keriput, memperhalus tekstur kulit sehingga bagus untuk kulit dengan pori-pori besar.

Atau kamu memiliki komedo dan juga jerawat yang cukup banyak dan ingin tahu cara penanganan yang benar? Silakan klik disini untuk mencari tahu lebih lanjut.

Apa Relasi Bahan Antibakteri dan Anti-inflamasi Terhadap Komedo?

Di wajah kita terdapat sebuah ekosistem yaitu microbiome kebanyakan terdiri dari bakteria menguntungkan untuk kulit. Salah satu keutungan dari bakteria ini adalah menjaga pH level tetap seimbang sekitar pH 5.5 dengan cara memproduksi lactic acid dengan presentase kecil, dan yang paling penting menjauhkan bakteri jahat.

Bakteri jahat ini adalah Propionibacterium acnes yang menyebabkan jerawat. Jika wajah memproduksi sebum berlebih atau terjadi penumpukan pada sel kulit mati, yang merupakan ekosistem yang cocok untuk bakteri Propionibacterium acnes maka pori-pori yang tersumbat ini akan dan nanti nya berkembang menjadi inflamatory acne atau peradangan jerawat.

Jadi udah tau kan faktor-faktor apa saja yang membuat komedo kamu susah hilang? Beritahu kami seperti apa kondisi kulit, jenis kulit sampai ke gaya hidup kamu dengan mengikuti BASE skin test ini agar kamu bisa mendapatkan skincare yang cocok untuk kulit unik kamu.

References:

  1. Katta, R., & Desai, S. P. (2014). Diet and dermatology: the role of dietary intervention in skin disease. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 7(7), 46–51.
  2. Grice, Elizabeth A, and Julia A Segre (2011). The skin microbiome. Nature reviews. Microbiology vol. 9,4: 244-53.
  3. Pappas A. (2009). The relationship of diet and acne: A review. Dermato-endocrinology, 1(5), 262–267. https://doi.org/10.4161/derm.1.5.10192
  4. Patterson, A. T., Tian, F. T., Elston, D. M., & Kaffenberger, B. H. (2015). Occluded Cigarette Smoke Exposure Causing Localized Chloracne-Like Comedones. Dermatology (Basel, Switzerland), 231(4), 322–325. https://doi.org/10.1159/000439046

Was this article helpful?

Related Stories

© 2020, PT Basis Inovasi Global