Search blog...

Rahasia Sukses Interview Kerja Dari SVP of People and Culture at Gojek

Rahasia Sukses Interview Kerja Dari SVP of People and Culture at Gojek

Pertama-tama, gimana kalau kita kenalan dulu sama kak Aristiwidya yang lebih nyaman dipanggil mbak Ika.

Sebagai Senior VP of People and Culture at Gojek, mbak Ika sudah berpengalaman banget sama yang namanya bertemu dengan berbagai macam jenis manusia dan calon karyawan mulai dari fresh graduate, junior, middle manager, sampe yang senior sekalipun.

Di sini mbak Ika mau membagi tips, trik dan rahasia soal rekrut-merekrut yang pastinya belum pernah kamu dengar di tempat lain. Tetapi sebelum mendengar rahasia dari mbak Ika, bagaimana kalau kita menghilangkan beberapa mitos interview kerja terlebih dahulu.

Mitos 1: Kerja pertama kali harus di perusahaan yang sudah terkenal

Terdapat sebuah kepercayaan di kalangan mahasiswa yang baru lulus, kalau cari kerja harus di perusahaan terkenal biar nanti bisa sukses dan lebih gampang kalau mau pindah ke perusahaan lain.

Menurut mbak Ika daripada mempriotaskan reputasi pada sebuah perusahaan, ada hal lain yang lebih penting. Tahun pertama bekerja adalah masa dimana kamu mengeksplorasi dimana kekuatan dan kelemahanmu.

Sehingga, tahun pertamamu adalah yang paling penting untuk nantinya kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan di masa depan.

Mitos 2: Your job title defines your success

“Kalau nanti udah lulus, gua bakal kerja di perusahaan X jadi Marketing Executive. Harus ada title Executive-nya.” Sering kita semua terlena dengan nama jabatan yang panjang ditambah dengan kata-kata keren seperti “Executive” ataupun “Vice President”.

Tetapi jabatan tersebut tidak akan berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan growth mindset, yang percaya kalau kamu bisa terus berkembang dengan kerja keras dan dedikasi yang dapat melihat sebuah tantangan sebagai batu loncatan.

Rahasia Sukses Interview Kerja

Kalau mitos-mitos di atas yang tertanam di benakmu sudah dicabut, sekarang mbak Ika mau bagi rahasia sebagai employer. Apa sih kualitas yang biasanya dicari dari pelamar-pelamarnya?

Persiapkan diri dan jadi diri sendiri

Saat kamu melamar kerja, kamu tidak hanya dilihat sebagai karyawan tetapi sebagai aset perusahaan tersebut. Kamu adalah salah satu kunci kesuksesan mereka.

Kesiapan kamu sebagai pelamar tidak hanya sekedar riset megenai visi misi perusahaan tersebut, tetapi dilihat melalui competence dan attitude kamu saat interview

Untuk competence, employer akan melihat pencapaian dan pengalaman kamu sebelumnya. Kalau kamu baru lulus, employer akan melihat pengalaman kamu saat kuliah dan tujuan dibalik kamu memilih aktivitas tersebut.

Jangan lupa juga selalu menjelaskan setiap intensi dan tujuan. Misal, saat kuliah kamu mengikuti komunitas pecinta alam, dan melalui komunitas itu kamu ingin melakukan kampanye tentang pentingnya memilah sampah agar sampah organik bisa menjadi kompos yang bermanfaat.

Selain itu attitude juga tidak kalah penting. Employer juga melihat apakah kamu memancarkan energi positif maupun seberapa ingin dan keras kamu melakukan tugas yang diberikan. Untuk itu pada saat interview kerja, employer akan melihat seberapa aktif dan nyaman kamu untuk diajak bekerja.

Oh iya! Jangan lupa membawa notebook kecil untuk mencatat hal-hal penting dan menarik yang kamu temui saat interview kerja.

Jujur dan jangan terlalu keras pada dirimu sendiri

Salah satu attitude baik yang menjadi pertimbangan employer adalah jika kamu bisa jujur dan mengakui jika ada hal-hal yang memang kamu tidak tahu.

Tetapi tidak hanya jujur, setelah itu tunjukan juga kalau kamu akan berusaha untuk mencari tahu pertanyaan tersebut lebih lanjut.

Pernah kan pada saat interview, kamu ditanya dengan pertanyaan sulit, yang sebenarnya kamu tidak tahu jawabannya. Dibandingin kamu muter-muter dan tidak jelas mau ngomong apa yang membuat employer semakin ragu akan competence kamu, ini beberapa kalimat yang bisa kamu ucapkan,

  • Menarik, untuk pertanyaan bapak/ibu saya belum punya jawabannya, tetapi saya akan mencari tahu lebih dalam mengenai …
  • Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya, tetapi untuk saat ini saya belum punya jawabanya. Saya akan coba belajar mengenai …
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Bayangkan seperti saat kamu lagi kencan pertama kali, pastinya kamu penasaran kan dengan pasangan kamu? Kalau kamu hanya ngomongin tentang dirimu saja, tanpa menunjukkan rasa ketertarikan terhadap pasanganmu, kayaknya hubungan kalian tidak akan berlangsung lama deh.

Sama halnya pada saat kamu interview kerja. Tunjukkan kalau kamu ingin mengenal perusahaan tersebut lebih dalam, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap visi misi perusahaan tersebut memberikan lampu hijau kepada employer bahwa kamu adalah kandidat dengan kualitas yang mereka cari.

Buat kamu yang masih bingung dengan apa passion dan tujuan hidupmu, coba cari tahu dengan Ikigai

Jangan berbelit-belit

Kalau lagi gugup tanpa kita sadari, kita akan ngomong lebih panjang daripada biasanya. Selain karena gugup menjawab berbelit-belit juga bisa dikarenakan kamu tidak begitu yakin dengan jawabanmu.

Coba hindari jawaban-jawaban yang panjang dan kalau gugup jangan memuji perusahaan tersebut terlalu sering ya. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa lakukan beberapa hal ini,

  • Selalu dimulai dengan pembukaan, isi dan penutup (seperti menulis esai), buka dengan ide utama, lanjut ke penjelasan dari ide utama tersebut, dan ditutup dengan konklusi atau summary.
  • Latihan di depan cermin membantu memperbaiki gestur tubuh
  • Latihan menulis mengenai hal-hal yang menarik dengan struktur pembukaan, isi, dan penutup

Contoh, saat menjawab pertanyaan, “Kenapa kamu ingin bekerja di perusahaan ini?” kamu bisa mulai seperti di bawah ini,

Pembuka

“Saya ingin bekerja di perusahaan ini karena saya melihat perusahaan X sebagai tempat dimana saya bisa berkembang menjadi (sebutkan apa yang ingin kamu capai dari pekerjaan yang kamu lamar).”

Isi

“(apa yang ingin kamu capai) adalah passion saya sejak pertama kali …

Penutup

“Oleh sebab itu saya melihat dengan posisi ini, saya bisa mencapai (apa yang ingin kamu capai) …”

Terakhir Pesan dari Kak Aristiwidya Untuk First Jobber

Seperti apa sih mindset yang dicari oleh employer? Seperti yang mbak Ika sempat sebutkan di awal, growth mindset adalah salah satu kualitas penting yang dicari oleh semua employer.

Bukan menanyakan bisa digaji berapa? tetapi menanyakan apa yang bisa saya pelajari dan kontribusikan ke perusahaan ini?

Dengan mindset tersebut dan selalu mencoba untuk memberikan 100% dalam apapun yang kamu kerjakan, secara otomatis sukses akan mengikutimu.

Keren kan mbak Ika? Kalau tertarik dengan personal development coba follow mbak Ika di @followyourflow.id. Di sana kamu akan belajar banyak tentang membangun karir, dan kebiasaan-kebiasaan untuk menjadi sukses dalam hidup.

Was this article helpful?

Related Stories

Stigma Buat Kamu Tidak Percaya Diri? Begini Cara Dheta, Chief Business Development BINAR Menepas Stigma Sosial

Banyak sekali label-label dan stigma yang diberikan kepada perempuan berkarir, apalagi jika perempuan tersebut memiliki jabatan senior.

Luthfia’s Skin Journey: Melawan Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

Pasti sudah pada gak asing lagi sama namanya bekas jerawat? Luthfia juga bermasalah dengan bekas jerawat yang lebih tepatnya hiperpigmentasi pasca inflamasi atau Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH).

5 Advice I Would Give to my Younger Self Bersama A World of Girls

Pernah ga sih kamu bilang terhadap diri kamu sendiri kayak, “Coba kalau dulu aku ngelakuin itu” atau, “Kok, ga ada yang pernah ngajarin aku soal ini ya?” Kalau pernah yang pasti kamu gak sendirian kok, dan pastinya tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi lebih baik.

Membangun Personal Branding di Media Sosial Dengan Valerie & Veronica TWNS

Hampir setiap harinya, hidup dan aktivitas kita terus bersinggungan dengan media sosial. Sehingga citra kita di media sosial menjadi titik awal untuk orang lain mengenal kamu.

Reydhita’s Skin Journey: Cara Mengurangi Minyak Berlebih Pada Kulit Sensitif

Sering berolahraga membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak daripada biasanya, dan kalau di tempat ber-AC terus, kulit kita menjadi dehidrasi yang nantinya membuat kulit terlihat kusam.