Search blog...

Keunggulan Beralih ke Skincare Vegan

Keunggulan Beralih ke Skincare Vegan

Skincare vegan tidak mengandung bahan hewani dan produk olahan hewani seperti madu, lilin lebah, lanolin, kolagen, carmine, dan kolesterol. Dari pelembap, pembersih wajah hingga wewangian, bahan-bahan ini sering ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit dan kecantikan.

Apakah menggunakan skincare vegan lebih baik daripada bahan-bahan hewani? Nyatanya, bahan vegan tidak kalah dengan bahan hewani. Berikut keunggulan dari skincare vegan:

  • Tubuh kita sudah tahu cara memproses bahan berbasis tumbuhan secara otomatis.

    Melansir studi dari BioMed research international yang membandingkan squalene dari minyak hati hiu dengan squalane dari amaranth oil yang diekstraksi dari biji kedua golongan tanaman amaratus memperlihatkan bahwa, emolien alami tersebut diserap dengan cepat dan efisien ke dalam kulit, memulihkan kekenyalan dan fleksibilitas kulit.

    Tidak hanya amaranth oil, squalane juga dapat diekstraksi dari zaitun, tebu, dan gandum. Selain lebih mudah diproses oleh tubuh, squalane memiliki formula lebih stabil dibanding squalene, sehingga dapat disimpan lebih lama.

  • Kaya akan vitamin dan antioksidan.

    Bukan hal yang asing lagi kalau mencari vitamin sebagian besar dari kita akan merujuk kepada sayur dan buah-buahan. Obat-obatan dari bahan tumbuhan sudah lama digunakan untuk penyembuhan dan kesehatan.

    Dilansir dari Indian journal of dermatology, umumnya produk nabati merupakan sumber yang kaya vitamin, antioksidan, minyak, hidrokoloid, protein, terpenoid dan senyawa bioaktif lainnya yang menguntungkan bagi kulit. Antioksidan pada tumbuhan juga sangat bermanfaat untuk mengurangi tanda penuaan.

  • Asam lemak esensial (essential fatty acid /EFA) pada tumbuhan menawarkan banyak manfaat untuk kulit.

    Penelitian dari Harvard sampai ke majalah Times mengungkapkan beberapa keunggulan dari mengkonsumsi lemak berbasis tumbuhan dibandingkan dengan lemak hewani. Tetapi apakah lemak dari tumbuhan pada skincare juga lebih unggul?

    Walaupun belum banyak penelitian yang membandingkan lemak tumbuhan dengan lemak hewan pada industri kosmetik secara langsung, akan tetapi banyak penelitian yang membuktikan lemak esensial seperti linoleic acid yang ditemukan pada tumbuhan menawarkan sejumlah manfaat bagi kulit seperti, membantu menenangkan jerawat, melawan kekeringan, mengurangi minyak, menghaluskan bekas luka, dan meningkatkan elastisitas kulit.

  • Skincare vegan cocok untuk menangani kulit sensitif.

    Memiliki kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim tentunya dapat menganggu aktivitas dan produktivitas seseorang. Dalam hal ini, orang yang memiliki kondisi atau sensitivitas yang tinggi harus berhati-hati dalam memilihin skincare.

    Menurut National Eczema Association, oat memiliki senyawa antioksidan dan anti-inflamasi seperti avenanthramides (polifenol) dan vitamin E membantu dapat mengurangi peradangan kulit, memperbaiki pelindung kulit dan menurunkan iritasi kulit.

    Didukung juga dengan studi dari International journal of molecular sciences, memperlihatkan keunggulan minyak natural seperti jojoba oil dan borage seed oil yang telah diteliti dengan hasil yang menjanjikan untuk digunakan sebagai pelembap bagi orang yang memiliki kondisi eksim.

  • Skincare berbasis tumbuhan juga efektif.

    Apa yang membuat skincare berbasis tumbuhan efektif? Dikutip Molecules, senyawa pada tumbuhan atau biasa disebut sebagai phytochemicals, sebuah senyawa untuk melindungi tumbuhan tersebut dari tekanan lingkungan, paparan UV, kekeringan, dan suhu ekstrem. Phytochemicals ini dapat memiliki efek perlindungan serupa pada kulit manusia.

    Didukung juga dari studi klinis oleh Biomolecules menyatakan phytochemicals menjadi sangat menarik bagi industri kosmetik untuk ditelusuri karena kandungannya yang memiliki banyak kegunaan seperti antioksidan, anti-penuaan, antimikroba, anti-inflamasi, anti-kerutan, pemutih kulit, dan aktivitas fotoprotektif.

Hal yang Harus Diperhatikan dari Skincare Vegan

Penggunaan skincare vegan yang berbasis tumbuhan terdapat banyak keunggulan, sehingga banyak industri kosmetik dan konsumen mulai tertarik untuk beralih ke bahan-bahan berbasis tumbuhan ini. Namun, seringkali kita tidak menyadari fakta bahwa produk alami adalah campuran kompleks dari banyak senyawa kimia yang kemungkinan dapat memberikan efek samping jika tidak digunakan dengan hati-hati. Oleh sebab itu, pengguna skincare vegan harus sesuai dengan anjuran pakai.

BASE Personalized Skincare menggunakan lebih dari 40 bahan aktif berbasis tumbuhan yang sudah teruji secara klinis efektivitasnya. BASE Personalized Skincare juga memilih dari sumber-sumber terbaik dari seluruh dunia untuk diformulasikan sesuai kebutuhan kulitmu. Ingin tahu bahan aktif apa saja yang cocok untuk kulit kamu? Coba ambil skin test di sini.

Referensi:

  1. Huang, Z. R., Lin, Y. K., & Fang, J. Y. (2009). Biological and pharmacological activities of squalene and related compounds: potential uses in cosmetic dermatology. Molecules (Basel, Switzerland), 14(1), 540–554. https://doi.org/10.3390/molecules14010540
  2. Korkina, L. G., Mayer, W., & de Luca, C. (2017). Meristem Plant Cells as a Sustainable Source of Redox Actives for Skin Rejuvenation. Biomolecules, 7(2), 40. https://doi.org/10.3390/biom7020040
  3. Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2017). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International journal of molecular sciences, 19(1), 70. https://doi.org/10.3390/ijms19010070
  4. Marchev, A. S., & Georgiev, M. I. (2020). Plant In Vitro Systems as a Sustainable Source of Active Ingredients for Cosmeceutical Application. Molecules (Basel, Switzerland), 25(9), 2006. https://doi.org/10.3390/molecules25092006
  5. NEA Administrator. (2018). Alternative eczema treatments from natural oils to elimination diets. National Eczema Association. Retrieved from https://nationaleczema.org/alternative-treatments-dr-shi/
  6. Popa, O., Băbeanu, N. E., Popa, I., Niță, S., & Dinu-Pârvu, C. E. (2015). Methods for obtaining and determination of squalene from natural sources. BioMed research international, 2015, 367202. https://doi.org/10.1155/2015/367202
  7. Sethi, A., Kaur, T., Malhotra, S. K., & Gambhir, M. L. (2016). Moisturizers: The Slippery Road. Indian journal of dermatology, 61(3), 279–287. https://doi.org/10.4103/0019-5154.182427

Was this article helpful?

Related Stories