Search blog...

Cara Patch Test Produk Skincare Dengan Tepat

Cara Patch Test Produk Skincare Dengan Tepat

Baru mau coba produk skincare baru? Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif pasti sudah sering mendengar istilah patch test. Tetapi, patch test bukan hanya untuk kamu yang memiliki kulit sensitif saja.

Metode ini juga patut kamu terapkan setiap kali ingin mencoba produk skincare baru, terutama bahan aktif yang belum pernah kamu pakai sebelumnya. Untuk itu, cari tahu cara patch test produk skincare dengan tepat.

Cara Patch Test Produk Skincare

Produk seperti pembersih wajah, serum, toner, pelembap dan sunscreen semua perlu di patch test terlebih dahulu, apalagi jika dalam produk tersebut terdapat bahan aktif yang tidak pernah kamu pakai sebelumnya. Berikut 4 langkah mudah untuk patch test produk skincare.

Pilih Bagian Kulit yang Sehat dan Nyaman

Pastikan bagian kulit yang kamu pilih sehat dan nyaman sebelum kamu mulai melakukan patch test. Kenapa harus pilih bagian yang nyaman? Karena kamu harus diamkan selama 24 jam, sehingga bagian seperti bagian leher di bawah telinga, lekukan siku, lipatan dalam lutut atau bagian atas punggung adalah bagian yang ideal untuk patch test.

Bersihkan dan Keringkan Bagian yang Ingin Kamu Patch Test

Cuci dan bersihkan bagian kulit yang kamu pilih untuk melakukan patch test lalu pastikan bagian tersebut kering. Jika tidak dibersihkan terlebih dahulu, akan susah memastikan apakah produk skincare adalah penyebab reaksi alergi tersebut.

Oleskan Sedikit ke Kulit

Untuk produk seperti pembersih wajah, serum, toner dan pelembap cukup dengan satu tetes saja. Setelah itu, oleskan secara rata pada bagian kecil permukaan kulit untuk memastikan produk meresap.

Tutupi Dengan Plaster atau Kapas

Idealnya, bagian kulit yang di patch test ditutup selama 24 jam dengan kapas atau plaster luka, karena untuk memastikan bahwa produk tersebut tetap berada pada area itu saja. Tetapi jika kamu memilih untuk tidak ditutup, coba oleskan pada bagian leher di bawah telinga dan tunggu sekitar 20 menit.

Cara Mengetahui Jika Produk Skincare Tidak Cocok

Mungkin akan muncul reaksi gatal, panas seperti terbakar atau bahkan pedih. Jika reaksi tersebut muncul, segera lepas penutup patch test dan cuci bersih bagian tersebut dengan pembersih lembut. Hal tersebut menandakan salah satu bahan aktif atau produk yang kamu patch test tidak cocok.

Jika selama 24 jam tidak muncul reaksi apapun, coba buka penutup patch test. Kulit sekitar penutup tersebut akan terlihat kemerahan. Namun, jika kemerahan tidak hilang setelah kurang lebih 5 menit, berarti kulit kamu sensitif terhadap produk tersebut dan jika digunakan dengan jumlah banyak memiliki potensi untuk mengiritasi kulitmu.

Jika kemerahan pada kulitmu hilang hanya dalam kurun waktu 1 menit, berarti produk yang kamu patch test cocok dan tidak akan mengiritasi kulitmu

Jika kulitmu terasa kering setelah membuka penutup patch test, mengindikasikan bahwa produk tersebut juga tidak cocok dan memiliki potensi untuk mengiritasi kulit wajahmu.

Apakah Boleh Membuka Penutup Patch Test Sebelum 24 Jam?

Penutup patch test boleh dibuka sebelum 24 jam jika kamu merasa sensasi ataupun reaksi seperti gatal, panas seperti terbakar, pedih, ataupun terlalu kering.

Psst… Ingin tahu apa saja bahan vegan yang cocok dengan kulit unikmu? Coba ambil skin test di sini.

Biasakan Patch Test Sebelum Mencoba Produk Skincare Baru

Nah, untuk kulit badak sekalipun, sangat disarankan untuk patch test produk skincare baru terutama produk skincare yang memiliki potensi mengiritasi kulit seperti vitamin C, retinoid, eksfoliator, parfum maupun pewarna artifisial.

Jika tipe kulit kamu sensitif dan pernah mengalami kondisi kulit seperti eksim lebih baik menjauhi skincare yang mengandung pewarna artifisial, parfum dan beberapa essential oil.

Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif, baca juga keunggulan beralih ke skincare vegan.

Referensi:

  1. Goossens, A. (2007). Art and science of patch testing. Indian Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology, 73(5), 289.
  2. Lazzarini, R., Duarte, I., & Ferreira, A. L. (2013). Patch tests. Anais brasileiros de dermatologia, 88(6), 879–888. https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.20132323
  3. White, J. M. L. (2011). Patch testing: what allergists should know. Clinical & Experimental Allergy, 42(2), 180–185. doi:10.1111/j.1365-2222.2011.03862.x

Was this article helpful?

Related Stories

6 Mitos Terbesar Seputar Sunscreen yang Harus Kamu Lupakan

Mari merapat! Masih tidak percaya kalau sunscreen merupakan salah satu rahasia kulit awet muda? Bener banget! Emang sudah bukan rahasia lagi kalau sunscreen merupakan kunci investasi buat kulit tetap awet muda.

5 Manfaat dan Kelebihan Menggunakan Skincare Vegan Untuk Kulit dan Lingkungan

Kalau tahun 2020 industri kecantikan sempat diguncang dengan dokumenter Beauty Laid Bare yang memperlihatkan sisi gelap bagaimana produk kecantikan dibuat.

Hero Ingredient: Ectoin® Sebagai Bahan Aktif Pelindung Kulit dari Polusi

Balik lagi ke seri Hero Ingredient! Dimana kita akan membahas bahan-bahan aktif natural yang BASE pakai untuk memformulasi produk skincare kamu.

Hero Ingredient: Ekstrak Daun Blackcurrant and Raspberry Efektif Mengurangi Sebum Wajah

Kombinasi sempurna untuk mengurangi sebum wajah dan mencegah jerawat, efektif mengurangi radikal bebas, juga sebagai bahan anti iritasi. Ekstrak daun Blackcurrant dan Raspberry atau Seboxyl® merupakan bahan aktif yang cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak, kombinasi, ataupun mudah berjerawat.

Apakah Kulitmu Perlu Perlindungan dari Radiasi Inframerah?

Kalau bicara soal inframerah atau inframerah (IR), kamu yang lahir pada tahun 80an dan 90an pasti masih ingat kan sama ponsel yang mengirim file dengan inframerah?

Apa itu Ultraviolet? Perbedaan UVA, UVB dan UVC

Saat duduk di bangku SMP, pasti kebanyakan dari kita pernah bertanya apa gunanya belajar fisika dan spektrum cahaya kalau kita pada akhirnya tidak ke bidang tersebut?