Search blog...

Cara Menghadapi Body Shaming yang Datang Dari Orang Terdekat

Cara Menghadapi Body Shaming yang Datang Dari Orang Terdekat

Terkadang kita merasa bingung apakah komentar seperti “Kok, rasanya kamu gendutan ya? Jangan makan banyak-banyak daging deh.” atau “Eh, kamu iteman ya? Abis darimana?” sering muncul di media sosial, bahkan terkadang beberapa muncul dari orang terdekat kamu. Apakah ini termasuk body shaming?

Dalam seksi kali ini, kita akan membahas apa saja hal yang termasuk body shamming, tentunya juga tips untuk tetap percaya diri mengatasi hal tersebut bersama Mbak Seruni Yuniarti, M.Psi., Psikolog, Associate Psychologist dari Ibunda.id.

Apa Itu Body Shaming?

Menurut Mbak Seruni, body shaming adalah salah satu bentuk ejekan atau nyinyir yang mengitimidasi yang dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang dalam rana tubuh dan penampilan. Contoh ucapan seperti terlalu gendut atau terlalu kurus, termasuk juga warna kulit seperti keputihan atau kehitaman. Semua itu semua termasuk dalam body shaming.

Apa yang harus dikatakan jika mengalami body shaming dari orang tua atau orang terdekat?

Memang untuk budaya Indonesia khususnya, bicara dengan terus terang terkadang terlihat kasar, apalagi kalau kita menegur atau mengkoreksi perilaku dari orang yang lebih tua.

Di sini Mbak Seruni ada tips menghadapi body shaming yang datang dari orang terdekat. Biasanya sering ditemukan di sosial media dan saat ngumpul-ngumpul bareng anggota keluarga terkadang muncul nyinyiran-nyinyiran yang sudah terduga.

Biar bisa mengungkapkan uneg-uneg kamu, bahwa komentar yang bersifat kritikan yang mengintimidasi terhadap tubuh, warna kulit maupun penampilan itu*,* kamu bisa langsung ungkapkan saja dengan perkataan sopan, kalau perkataan mereka tidak pantas.

Lagian, banyak sekali topik yang bisa dibicarakan selain tubuh dan penampilan seseorang, setuju gak?

Bagaimana kalau body shaming terus saja ada walaupun kamu sudah menegur?

Pertama, kamu jangan merasa bersalah karena telah menegur. Kedua, jangan berpikir rendah tentang diri kamu. Kalau orang tersebut sudah ditegur, dan masih saja nyinyir, Hal yang bisa kamu lakukan sekarang adalah menjaga jarak.

Beberapa contoh-contoh dan tips untuk menegur secara sopan:

  1. Tanya apa maksud dari perkataan atau nyinyiran yang disebutkan tadi.
  2. Kamu juga bisa ungkapkan langsung perasaan kamu seperti, “Aku lebih mementingkan untuk hidup sehat, bukan ingin terlihat kurus, tinggi, langsing.”
  3. Diamkan dan jangan menghiraukan perkataan nya. Kalau di media sosial, block saja akunnya.

Cara Mengatasi Body Shaming Agar Lebih Percaya Diri

Kita semua harus belajar mengubah pola pikir kita bahwa diri kita itu bukan hanya fisik saja kita tuh tidak bisa menilai berdasarkan penampilan saja, “aku tuh bukan hanya kurus pendek saja tetapi aku lebih dari itu.”

Mbak Seruni sendiri awalnya juga tidak percaya diri secara penampilan, tetapi dengan seiring waktu dan mencoba membuka pikiran bahwa penampilan ideal itu tidak seperti aktor dan aktris di K-Drama, atau model di majalah mode yang mirip susu skim fat 0.1%.

Saking seringnya, beberapa dari kita sudah menganggap body shaming hanya sebagai lelucon atau omongan yang “terus terang” saja. Yuk, kita sama-sama akhiri body shaming terutama di media sosial. Dampak dari body shaming, tidak hanya pada self-esteem, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental.

Untuk kamu yang sulit mencintai diri sendiri, baca juga di sini bagaimana caranya.

Was this article helpful?

Related Stories

© 2020, PT Basis Inovasi Global