Search blog...

#beBASEkspresi, Menjadi Diri Sendiri Tidak Harus Melangkahi Budaya

#beBASEkspresi, Menjadi Diri Sendiri Tidak Harus Melangkahi Budaya

Zaman yang liberal mendorong anak muda untuk bebas mengekspresikan diri untuk dapat menjadi diri sendiri, membuat banyak orang menyangka bahwa mengekspresikan diri adalah budaya barat yang jauh dari budaya dan norma Indonesia. Nadya dan Salma harus tidak setuju dengan hal tersebut, karena menurut mereka bebas menjadi diri sendiri dalam bebas berekspresi itu dimulai dengan mengetahui dan mengerti budaya apa yang kita miliki.

Nadya, Penyanyi, Co-founder dari Bednesday dan Banyak Hal

Gemat, sapaan yang biasa digunakan oleh teman-temannya. Penyanyi dan juga Co-founders dari Bednesday suka mendeskripsikan dirinya sebagai seorang yang unapologetic, tidak malu-malu, terus terang dan senang membuat orang sekitarnya tertawa, untuk itu Nadya juga menyebut dirinya sebagai badut.

Kebebasan untuk menjadi diri sendiri menurut Nadya sangat penting, terutama jika orang sekitar atau lingkungan kita yang mengambil keuntungan dari kelemahan kita. Sehingga, kita semua harus melawan dengan cara bebas mengekspresikan diri.

Bebas mengekspresikan diri terdengar sangat liberal, sehingga beberapa orang mungkin menganggap bahwa budaya ini tidak cocok dengan norma maupun budaya yang ada di Indonesia. Namun, Nadya harus tidak setuju dengan tanggapan ini, dikarenakan tanpa kita sadari dalam diri kita membawa nilai atau budaya tertentu.

“Budaya itu ada di apapun yang kita lakukan, secara sadar maupun tidakkita membawa nilai dan budaya tertentu.”

Di Indonesia sendiri banyak terjadi pencampuran budaya, entah itu percampuran antar daerah maupun pengaruh budaya asing. Hal yang penting adalah untuk mengetahui dan mengerti bahwa budaya pada diri kita membentuk identitas maupun cara hidup. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk bebas menjadi diri sendiri. “Kenapa lo gak mau jadi diri sendiri?”

Setuju kalau kebebasan berekspresi itu penting? Ayo dukung dan suarakan dukungan kamu dengan miliki merchandise edisi terbatas kolaborasi antara BASE dengan Nadya Noor dan Sekar Puti.

Salma, Marketer, Penulis, Co-founder dari Bednesday

Sebagai Co-founder dari Bednesday, Salma susah mendeskripsikan dirinya sebagai satu hal. “I believe, I’m constantly changing.” papar Salma. Dia merasa bahwa dirinya terus berkembang dan merubah dirinya untuk menjadi lebih baik.

Kalau ditanya apakah penting memiliki kebebasan dalam berekspresi, Salma tanpa ragu menjawab kalau bebas ekspresi itu penting dan ini adalah salah satu ajaran yang terus dinaungkan oleh kedua orang tuanya. Salma juga beranggapan “Membutuhkan waktu untuk mengetahui apa yang kita mau.” penting juga kita untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda.

Tips dari Salma untuk bisa bebas mengekspresikan diri adalah mencoba banyak hal dan juga ingat tidak ada kata terlambat untuk mencoba sesuatu yang baru. Pastikan bahwa apa yang kamu lakukan bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

“Do whatever you want as long as you’re happy and don’t hurt otherpeople in the journey.”

Menurut Salma menjadi diri sendiri secara autentik itu juga berarti menghormati akar dan asal muasal. Kita tidak mengerti diri kita itu siapa sebelum mengerti asal muasal kita seperti budaya yang dibawa oleh keluarga, lingkungan kita tinggal, semuanya saling berpengaruh satu dengan yang lain.

Di era yang liberal ini, Salma setuju kalau melestarikan budaya yang kita miliki itu penting, selama hal tersebut tidak merugikan orang lain. Di jaman ini kita sering milihat cara upaya melestarikan budaya melalui busana atau tari-tarian yang dicampur dengan nuansa kontemporer. Sisi tradisional dan budaya kita akan terus hidup jika ada orang yang ingin melestarikannya, banyak anak muda sekarang melestarikan budaya dalam bentuk yang baru.

Bebas Ekspresi Bukan Berarti Melupakan Budaya Sendiri

Bebas ekspresi di mulai dengan mengetahui dan mengerti darimana kita berasal, dan budaya seperti apa yang ada di lingkungan kita, akan membuat kita lebih memahami diri kita sendiri. Menurut Nadya dan Salma yang sama-sama setuju kalau kebebasan ekspresi dan melestarikan budaya bisa berjalan beriringan jika kamu merangkul budaya tersebut sebagai bagian dari diri kamu. Dengan begitu kamu bisa menjadi diri sendiri dan bebas berekspresi.

Tunggu apa lagi? Yuk, dukung misi BASE dengan mengikuti gerakan sosial media #beBASEkspresi. Kamu juga berkesempatan untuk menang giveaway dari BASE. Caranya gampang, kamu hanya perlu ikuti akun Instagram @itsmybase dan unggah foto kamu serta deskripsikan diri kamu di Instagram. Untuk informasi giveaway lebih lanjut bisa dilihat di bawah ini.

Was this article helpful?

Related Stories