search-box
Search blog...

Apakah Kulitmu Perlu Perlindungan dari Radiasi Inframerah?

Apakah Kulitmu Perlu Perlindungan dari Radiasi Inframerah?

Kalau bicara soal inframerah atau inframerah (IR), kamu yang lahir pada tahun 80an dan 90an pasti masih ingat kan sama ponsel yang mengirim file dengan inframerah?

Kali ini, kita akan membicarakan tentang inframerah (IR) dan apa saja dampak yang diberikan oleh radiasi inframerah terhadap kulitmu.

Apa itu Radiasi Inframerah?

Kalau kamu lagi di luar rumah pada siang hari, setelah berdiri selama 5 menit pasti kulitmu akan terasa panas. Penyebab panas tersebut berasal dari konversi radiasi inframerah menjadi energi panas.

Secara kasat mata kita tidak bisa melihat radiasi inframerah, tetapi kita bisa merasakan energi panasnya.

Sinar matahari memiliki spektrum cahaya yang terdiri dari, ultraviolet (UV), visible light, dan inframerah (IR).

Inframerah sendiri memiliki gelombang dengan kisaran 760nm sampai 1 mm, dan dibagikan lagi menjadi IR-A (760–1400 nm), IR-B (1400–3000 nm), dan IR-C (3000 nm–1 mm).

Nyatanya, matahari memancarkan sekitar 50% dari total energi dalam bentuk inframerah dimana radiasi ini dapat diserap oleh gas dan uap air pada atmosfer bumi, dan sebagian juga dapat dipantulkan oleh awan ke luar atmosfer.

Dimana sekitar 45% dari radiasi yang sampai ke permukaan bumi dan diserap oleh air, tanah, dan tumbuhan.

Tetapi, kelihatannya radiasi inframerah ini tidak terlalu berbaya karena kebanyakan sudah diserap oleh atmosfer, kan? Yuk, cari tahu di bagian selanjutnya.

Apakah Radiasi Infrared Saja Bisa Merusak Kulit?

Banyak peneliti mulai tertarik dengan radiasi ini karena presentase energi yang dipapar cukup besar ditambah lagi dengan Global Warming yang mengancam kita semua.

Penelitian mengenai dampak inframerah dan kontribusinya terhadap photoaging masih berada pada tahap awal, sehingga tidak ada bukti yang bersifat konklusif mengenai hal tersebut.

Walaupun begitu, paparan radiasi inframerah dari matahari tetap harus dikurangi.

Saat berdiri di bawah matahari, suhu kulit bisa mencapai 40 derajat selsius. Sedangkan tubuh bisa dibilang demam saat panas suhu tubuh mencapai 37,5 derajat selsius.

Dalam kasus paling parah, paparan tersebut bisa menimbulkan penyakit kulit erythema ab igne, yang ditandai dengan pigmentasi berbentuk seperti pembuluh darah pecah dan terdapat lingkaran-lingkaran pada kulit (kalau kamu tipe yang kuat mentalnya boleh coba di-google untuk melihat seperti apa penyakit ini)

Penyakit kulit ini biasanya sering ditemukan pada tangan koki atau baker, yang sering terpapar radiasi ini dari panas oven dan kompor.

Apakah Radiasi Inframerah Penyebab Penuaan Dini pada Kulit?

Penuaan dini pada kulit yang disebabkan oleh matahari juga disebut sebagai photoaging, yang biasa ditandai dengan hiperpigmentasi, kulit kendur, garis-garis halus sampai keriput.

Tetapi, menurut The journal of investigative dermatology dampak buruk yang disebabkan matahari adalah hasil dari banyaknya interaksi gelombang yang disebut sebagai polikromatis. Jadi, dampak buruk terhadap kulit adalah akibat dari semua gelombang Ultraviolet (UV), Visible Light, dan Inframerah (IR) bersamaan.

Kesimpulannya, dampak buruk yang disebabkan oleh radiasi matahari bukan hasil dari spektrum ultraviolet sendiri tetapi gabungan dari semua spektrum yang disebut sebagai polikromatis.

Dikutip lagi dari The journal of investigative dermatology, sama seperti blue light, panjang gelombang tertentu pada inframerah juga dapat digunakan sebagai terapi yang dapat memberikan efek photorejuvenation seperti, mengembalikan kekenyalan kulit dengan mendorong kulit untuk memproduksi kolagen.

Apakah Kita Harus Melindungi Kulit dari Paparan Radiasi Inframerah?

Kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan radiasi inframerah, karena umumnya, paparan radiasi ini mudah dihindari.

Walaupun begitu, radiasi inframerah seperti pedang bermata dua, dimana radiasi ini memiliki dampak positif dan negatif tergantung pada intensitas radiasi.

Menurut studi dari Photodermatology, photoimmunology & photomedicine, radiasi inframerah khususnya radiasi IR-A (760–1400 nm) dalam jangka waktu yang panjang dan berulang-ulang dapat menurunkan produksi carotenoids pada kulit manusia.

basetips-hand

Base Tips

Kulit manusia memproduksi carotenoids yang berfungsi untuk mengurangi radikal bebas. Untuk itu, coba makan-makanan kaya akan vitamin untuk membantu tubuh melawan radikal bebas.

Kalau kulit memproduksi radikal bebas berlebih, sel-sel kulit mulai rusak dimana hal ini dapat membuat kolagen pada kulit hancur.

Bagaimana Cara Melindungi Kulitmu dari Radiasi Inframerah?

Berikut cara mudah melindungi kulitmu dari radiasi inframerah,

  • Berjemur di bawah matahari tidak lebih dari 30 menit. Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif dan mudah kemerahan coba batasi paparan matahari tidak lebih dari 15 menit untuk mendapatkan vitamin D secara alami dengan sehat.

  • Pakai topi atau gunakan pakaian tertutup. Pakaian dapat membantu melindungi tubuh dari paparan langsung cahaya matahari.

  • Gunakan sunscreen broad spectrum sebelum beraktifitas dan aplikasikan lagi setiap 2-4 jam. Kerusakan kulit akibat radiasi cahaya matahari bersifat polikromatis yang merupakan gabungan dari semua spektrum. Ditambah lagi, efektifitas sunscreen turun drastis setelah 2 jam.

  • Gunakan skincare dengan Vitamin C atau yang mengandung antioksidan tinggi. Radikal bebas yang disebabkan oleh radiasi inframerah yang terus menerus dapat merusak kolagen kulit. Antioksidan membantu mengurangi radikal bebas dan mendukung produksi kolagen pada kulit.

Selain radiasi inframerah, sekitar 45% dari cahaya matahari memancarkan visible light (VL), cari tahu di sini apakah kamu perlu melindungi kulitmu dari radiasi visible light?

Kamu juga bisa ambil skin test ini untuk mengetahui apa saja bahan aktif yang efektif berdasarkan profil kulitmu.

Referensi:

  1. Cho, S., Shin, M. H., Kim, Y. K., Seo, J. E., Lee, Y. M., Park, C. H., & Chung, J. H. (2009). Effects of infrared radiation and heat on human skin aging in vivo. The journal of investigative dermatology. Symposium proceedings, 14(1), 15–19. https://doi.org/10.1038/jidsymp.2009.7
  2. Lee, H. S., Lee, D. H., Cho, S., & Chung, J. H. (2006). Minimal heating dose: a novel biological unit to measure infrared irradiation. Photodermatology, photoimmunology & photomedicine, 22(3), 148–152. https://doi.org/10.1111/j.1600-0781.2006.00201.x
  3. Lee, J. H., Roh, M. R., & Lee, K. H. (2006). Effects of infrared radiation on skin photo-aging and pigmentation. Yonsei medical journal, 47(4), 485–490. https://doi.org/10.3349/ymj.2006.47.4.485
  4. Raman, Ryan. (2018). How to Safely Get Vitamin D From Sunlight. Healthline. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun
  5. Schieke, S. M., Schroeder, P., & Krutmann, J. (2003). Cutaneous effects of infrared radiation: from clinical observations to molecular response mechanisms. Photodermatology, photoimmunology & photomedicine, 19(5), 228–234. https://doi.org/10.1034/j.1600-0781.2003.00054.x
  6. Tsai, S. R., & Hamblin, M. R. (2017). Biological effects and medical applications of infrared radiation. Journal of photochemistry and photobiology. B, Biology, 170, 197–207. https://doi.org/10.1016/j.jphotobiol.2017.04.014

Was this article helpful?