Search blog...

Apa itu Ultraviolet? Perbedaan UVA, UVB dan UVC

Apa itu Ultraviolet? Perbedaan UVA, UVB dan UVC

Saat duduk di bangku SMP, pasti kebanyakan dari kita pernah bertanya apa gunanya belajar fisika dan spektrum cahaya kalau kita pada akhirnya tidak ke bidang tersebut?

Ternyata belajar fisika berguna juga loh untuk mengetahui bagaimana cara kerja sunscreen. Untuk blog kali ini kita akan balik lagi ke pelajaran fisika sewaktu SMP.

Dimulai dari apa itu radiasi ultraviolet dan juga perbedaan antara UVA, UVB, dan UVC.

Apa yang Dimaksud dengan Gelombang, Frekuensi dan Spektrum Cahaya?

Cahaya juga biasa disebut sebagai radiasi karena dapat memancarkan energi. Cahaya matahari khususnya memiliki spektrum dari ultraviolet (UV), visible light, dan inframerah.

Cahaya berperilaku seperti gelombang. Untuk itu, jenis cahaya ditentukan oleh panjang gelombang dan frekuensinya.

Frekuensi adalah seberapa cepat gelombang naik dan turun, dan panjang gelombang ditentukan dari jarak antara dua puncak gelombang.

Kata kuncinya, frekuensi = cepat, gelombang = jarak (antara dua puncak gelombang).

Jadi frekuensi tinggi (cepat) memiliki gelombang pendek. Ini disebabkan jarak antara dua puncak gelombang pendek.

Masih bingung? Yuk, baca terus karena akan ada contoh-contoh di bawah ini.

Panjang gelombang mempengaruhi seberapa cepat energi dipancarkan. Semakin pendek gelombang, semakin sering dan tinggi energi yang dibawa oleh gelombang tersebut.

Perbedaan UVA, UVB, dan UVC

Radiasi ultraviolet atau UV secara alami terpancar dari sinar matahari dan memiliki frekuensi tinggi dan gelombang pendek. UV sendiri terbagi menjadi tiga yaitu, UVA, UVB, dan UVC, dimana semua ini tidak terlihat oleh mata.

Mata hanya dapat melihat rentang panjang gelombang tertentu, dan dalam spektrum cahaya yang dapat dilihat oleh mata disebut sebagai visible light.

Ultraviolet A (UVA)

UVA memiliki gelombang terpanjang di antara UVC dan UVB. Sehingga, memiliki frekuensi rendah dan energi yang dibawa juga lebih rendah dibanding dengan UVB.

Tetapi karena gelombang ini paling panjang di antara jenis UV lainnya, UVA dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Ini juga menjadi alasan kenapa UVA dapat menembus ozon.

95% dari radiasi ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi adalah UVA, dan 5% adalah UVB.

Tidak hanya di situ saja, kulit kita hampir setiap saat terpapar dengan sinar UVA, walaupun kita berada dalam ruangan, UVA dapat menembus kaca jendela.

Apa saja dampak buruk yang disebabkan oleh radiasi UVA? Dalam masalah pigmentasi UVA lebih unggul, dan juga merupakan salah satu penyebab kanker.

Bagaimana melindungi kulitmu dari UVA?

Kalau proteksi UVB diukur dari SPF, proteksi terhadap radiasi UVA ada pada PA atau Protection Grade of UVA.

Hampir setiap negara memiliki standar PA masing-masing sehingga sulit untuk menentukan satu standar. Jika satu sunscreen memiliki PA++ artinya sunscreen tersebut memberikan tingkat proteksi sedang terhadap UVA.

Kamu bisa menilai mana tingkat PA yang cocok untuk proteksimu dari indeks UV yang mengukur kekuatan radiasi UV pada suatu area. Kisaran indeks UV dimulai dari 0 sangat rendah sampai 11 atau lebih tinggi tergolong ekstrim.

tips

Base Tips

Contoh, di kota Denpasar, Bali rata-rata indeks UV adalah 11 yang tergolong ekstrim. Sehingga setidaknya kamu perlu sunscreen dengan PA+++ atau PA++++.

Ultraviolet B (UVB)

UVB memiliki gelombang terpendek kedua setelah UVC yang dimana sekitar 95% juga sudah disaring oleh lapisan ozon.

Walaupun secara presentasi hanya 5% sampai ke permukaan bumi, UVB tetap menjadi salah satu penyebab utama pigmentasi, kulit terbakar, dan kanker.

Selain itu, UVB juga menjadi penyebab kulitmu menggelap setelah pergi ke pantai.

Tetapi tidak semua berdampak buruk kok. UVB membantu sintesis vitamin D, dimana UVB mendorong kulit untuk memproduksi vitamin D yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang dan menjaga imun tubuh.

Bagaimana melindungi kulitmu dari UVB?

Semua sunscreen pasti memiliki logo SPF yang ikonik. SPF atau Sun Protection Factor diukur dari seberapa lama waktu yang dibutuhkan sampai kulit muncul kemerahan setelah pemakaian SPF.

Kalau begitu apakah SPF tinggi seperti 50 lebih bagus daripada SPF 15? Dalam hal melindungi kulit dikutip dari American Academy of Dermatology menyarakan untuk memakai minimal SPF 30 yang dapat menangkal 97% radiasi UVB.

Setinggi-tingginya SPF belum ditemukan SPF yang bisa melindungi kulit 100% dari UVB.

*Photons merepresentasikan partikel cahaya dan setiap partikel cahaya ini membawa energi. Tinggi rendah energi pada photon tergantung pada frekuensi radiasi. Contoh UV memiliki gelombang pendek dan frekuensi tinggi sehingga energi per photon juga tinggi.

Ultraviolet C (UVC)

UVC memiliki frekuensi tertinggi dan gelombang terpendek di antara UVA dan UVB, membuat UVC sangat berbahaya.

Untuk itu, energi tinggi dari sinar UVC buatan banyak digunakan untuk membunuh sebagian virus dan bakteri. Sinar ini juga digunakan untuk mengurangi penyebaran bakteri penyebab tuberkulosis loh.

Untungnya, UVC tidak dapat sampai ke bumi karena sudah tersaring oleh lapisan ozon.

Bisa bilang kalau lapisan ozon seperti sunscreen yang dipakai oleh bumi untuk melindungi kita.

Apa yang Membuat Radiasi UV Berbahaya Sehingga Kamu Harus Menggunakan Sunscreen?

Walaupun hanya 5% dari radiasi UV sampai ke permukaan bumi, gelombang pendek dan frekuensi tinggi memiliki energi yang tinggi sehingga setiap photon (partikel cahaya) yang mengenai kulitmu juga memiliki energi yang tinggi dibanding dengan visible light atau inframerah.

Kulit kita hampir setiap saat terpapar dengan radiasi UV mulai dari radiasi lewat jendela, refleksi dari benda yang dapat memantulkan cahaya, berada di tempat tinggi atau berada di area dengan indeks UV ekstrim.

Selain menyebabkan pigmentasi dan mempercepat penuaan kulit, kita semua beresiko lebih tinggi terkena kanker jika tidak memakai sunscreen.

Tetapi, apa yang membuat radiasi UV menjadi penyebab kanker, hal ini disebabkan karena radiasi UVB dapat merusak langsung DNA kita. Sedangkan radiasi UVA sebagai mediasi UVB.

Saat kulit terpapar radiasi UVA kulit memproduksi radikal bebas yang disebut sebagai spesies oksigen reaktif (ROS) yang merusak sel kulit, dan membuat UVB masuk ke kulit dan merusak DNA.

Untuk itu, penggunaan sunscreen dengan broad-spectrum sangat penting, karena hal ini memastikan bahwa sunscreen tersebut memiliki perlindungan UVA dan UVB yang tinggi.

Ingat kan bagian awal, salah satu spektrum dari sinar matahari adalah visible light dan dalam spektrum visible light, spektrum blue light juga merupakan penyebab utama keriput.

Cari tahu apa itu visible light dan blue light dan bagaimana cara melindungi kulitmu dari radiasi tersebut.

Referensi:

  1. Bosch, R., Philips, N., Suárez-Pérez, J. A., Juarranz, A., Devmurari, A., Chalensouk-Khaosaat, J., & González, S. (2015). Mechanisms of Photoaging and Cutaneous Photocarcinogenesis, and Photoprotective Strategies with Phytochemicals. Antioxidants (Basel, Switzerland), 4(2), 248–268. https://doi.org/10.3390/antiox4020248
  2. Dale Wilson, B., Moon, S., & Armstrong, F. (2012). Comprehensive review of ultraviolet radiation and the current status on sunscreens. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 5(9), 18–23.
  3. Ducksters. (2021). Physics for Kids: Light Spectrum. Ducksters. Retrieved from https://www.ducksters.com/science/light_spectrum.php
  4. Gabrel, Arielle. (2019). Photoaging: What You Need to Know About the Other Kind of Aging. Skin Cancer Foundation. Retrieved from https://www.skincancer.org/blog/photoaging-what-you-need-to-know/
  5. Sklar, L. R., Almutawa, F., Lim, H. W., & Hamzavi, I. (2013). Effects of ultraviolet radiation, visible light, and infrared radiation on erythema and pigmentation: a review. Photochemical & photobiological sciences : Official journal of the European Photochemistry Association and the European Society for Photobiology, 12(1), 54–64. https://doi.org/10.1039/c2pp25152c
  6. Vandergriendt, Carly. (2019). What’s the Difference Between UVA and UVB Rays?. Healthline. Retrieved from https://www.healthline.com/health/skin/uva-vs-uvb
  7. NASA. (n.d.). Ozone: Aura Instrument are Closely Monitoring the Ozone Layer. NASA. Retrieved from https://aura.gsfc.nasa.gov/ozone.html#:~:text=The%20ozone%20layer%20is%20a,of%20the%20Sun’s%20UV%20radiation.&text=Ozone%20protects%20life%20on%20Earth,10%20and%2050%20kilometers%20altitude.
  8. American Museum of Natural History. (n.d.). Light, Ultraviolet, and Infrared. American Museum of Natural History. Retrieved from https://www.amnh.org/research/natural-science-collections-conservation/general-conservation/preventive-conservation/light-ultraviolet-and-infrared
  9. American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Sunscreen FAQs. American Academy of Dermatology Association. Retrieved from https://www.aad.org/public/everyday-care/sun-protection/sunscreen-patients/sunscreen-faqs#:~:text=Dermatologists%20recommend%20using%20a%20sunscreen,of%20the%20sun’s%20UVB%20rays.

Was this article helpful?

Related Stories

6 Mitos Terbesar Seputar Sunscreen yang Harus Kamu Lupakan

Mari merapat! Masih tidak percaya kalau sunscreen merupakan salah satu rahasia kulit awet muda? Bener banget! Emang sudah bukan rahasia lagi kalau sunscreen merupakan kunci investasi buat kulit tetap awet muda.

5 Manfaat dan Kelebihan Menggunakan Skincare Vegan Untuk Kulit dan Lingkungan

Kalau tahun 2020 industri kecantikan sempat diguncang dengan dokumenter Beauty Laid Bare yang memperlihatkan sisi gelap bagaimana produk kecantikan dibuat.

Hero Ingredient: Ectoin® Sebagai Bahan Aktif Pelindung Kulit dari Polusi

Balik lagi ke seri Hero Ingredient! Dimana kita akan membahas bahan-bahan aktif natural yang BASE pakai untuk memformulasi produk skincare kamu.

Hero Ingredient: Ekstrak Daun Blackcurrant and Raspberry Efektif Mengurangi Sebum Wajah

Kombinasi sempurna untuk mengurangi sebum wajah dan mencegah jerawat, efektif mengurangi radikal bebas, juga sebagai bahan anti iritasi. Ekstrak daun Blackcurrant dan Raspberry atau Seboxyl® merupakan bahan aktif yang cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak, kombinasi, ataupun mudah berjerawat.

Apakah Kulitmu Perlu Perlindungan dari Radiasi Inframerah?

Kalau bicara soal inframerah atau inframerah (IR), kamu yang lahir pada tahun 80an dan 90an pasti masih ingat kan sama ponsel yang mengirim file dengan inframerah?