Search blog...

All About Acne and How to Differentiate Them

All About Acne and How to Differentiate Them

Kamu lagi jerawatan sekarang? Tenang jerawat bukan hal yang memalukan kok. Jerawat sangat umum terjadi bahkan dikutip dari The National Center for Biotechnology Information sekitar 80% dari remaja sampai dewasa berumur 11-30 tahun pernah mengalami jerawat.

Jerawat Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Tingkat keparahan jerawat dikategorikan dari yang non-inflamasi sampai jerawat inflamasi. Singkatnya jerawat yang tidak meradang ke jerawat yang meradang. Tanpa mesti berlama-lama, berikut perbedaan dari tipe-tipe jerawat yang diurutkan dari yang paling ringan sampai yang paling parah.

Blackheads (komedo hitam)

Tau ga sih Blackhead atau komedo masuk ke dalam kategori jerawat dan sering disebut dengan jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan. Komedo muncul karena pori-pori pada folikel rambut tersumbat oleh sebum dan sel-sel kulit mati.

Komedo terlihat seperti bintik-bintik hitam. Banyak yang menyangka kalau komedo berwarna hitam dikarenakan kotoran, tetapi warna hitam itu terjadi dikarenakan oksidasi dari sebum dan sel-sel kulit mati yang tersumbat di pori-pori yang masih terbuka.

Punya komedo yang seperti nya enggak akan pernah hilang dari hidung kamu? Baca disini bagaimana cara penanganan nya.

Whiteheads (Komedo Putih)

Whiteheads juga termasuk kedalam jerawat noninflamasi loh. Suprise, surprise! Tetapi whiteheads jika dibiarkan bisa menjadi jerawat yang meradang. Komedo putih sangat umum terjadi pada wanita yang sedang haid, atau para remaja di masa puber dikarenakan fluktuasi hormon menyebabkan produksi sebum dan minyak pada wajah yang berlebih. Komedo putih sering timbul di bagian dahi, dagu, hidung dan sekitar hidung.

Komedo putih ini terjadi karena pori-pori yang tersumbat oleh sebum dan sel-sel kulit mati. Komedo putih cendurung lebih mudah untuk dihilangkan dibanding dengan komedo hitam. Ingin tahu bagaimana cara terbebas dari komedo putih?

Papula (Papules)

Karakteristik utama dari papula adalah cenderung terasa lunak, merah, bengkang meradang dan tidak memiliki kepala atau benjolan berwarna putih. Papula biasa nya diakibatkan oleh produksi minyak berlebihan, bakteri dan sel-sel kulit mati yang tersumbat di pori-pori, sehingga menyebabkan folikel rambut tersumbat dan meradang. Imun sistem tubuh akan mengirim sel kulit putih ke titik peradangan yang menyebabkan kulit terlihat bengkak. Nanti nya papula akan berkembang menjadi pustule.

Disini kamu harus berusaha sekuat mungkin untuk tidak menekan jerawat ini, karena dengan menekan akan membuat jerawat kamu mudah terinfeksi dan kemungkinan besar meninggalkan bekas luka. Untuk kamu yang sudah bosan dengan jerawat yang selalu memenuhi muka kamu, baca juga tips bagaimana cara menangkal jerawat agar tidak kembali lagi.

Pustula (Pustules)

Nah, jerawat papula akan berkembang menjadi pustula jika tidak ditangani dengan baik. Pasti penasaran kan apa sih titik putih yang ada di atas permukaan jerawat atau biasa nya disebut kepala? Pustula memiliki titik putih, dan biasanya bengkak dan merah. Titik putih atau biasa nya terlihat kekuningan tersebut adalah sel darah putih yang mati setelah melawan bakteri.

Jangan kawatir karena jerawat ini juga cukup umum dialami warga, dan relatif bisa ditangani sendiri. Mungkin pada bertanya-tanya apa sih penyebab utama muncul nya jerawat pustula, menurut The National Center for Biotechnology Information jerawat pustula umunya terjadi dikarenakan fluktuasi hormon, dan cukup umum terjadi kepada perempuan dengan PCOS.

Tetapi kalau jerawat ini muncul seperti cluster dan banyak di sekitar rahang atau dahi lebih baik dan sangat disarankan untuk ke dermatologist. Baca juga bagaimana cara mengobati jerawat pustula.

Nodul (Nodules)

Jika papula dan pustula terasa lunak dan jika dipegang tidak terasa sakit, jerawat nodul terasa keras dan terasa sakit kalau dipegang, terkadang terlihat besar, merah membengkak yang dapat berlangsung beberapa minggu sampai bulan. Oke, jerawat ini bisa dibilang susah untuk ditangani dikarenakan inflamasi terjadi di lapisan kulit cukup dalam, dan sangat dianjurkan untuk ke dermatologist, karena jika tidak ditanganin dengan benar jerawat ini akan meninggalkan bekas atau bahkan tidak akan meninggalkan wajah kamu sama sekali.

Jerawat ini terdengar menyeramkan dan pasti kamu sedang berharap agar tidak mendapatkan jerawat seperti ini. Lagi-lagi jerawat nodul juga dikarenakan sebum berlebih yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous, penumpukan sel-sel mati dan bakteri.

Jerawat Batu (Cystic Acne)

Bagi yang belum pernah merasakan jerawat batu, ada baik nya kamu mengucap syukur sekarang. Jerawat ini emang batu karena terkenal sangat susah ditangani. Sama seperti nodul, jerawat batu juga terlihat merah membengkak dan sakit. Namun beberapa orang menyatakan bahwa tidak semua jerawat batu terasa sakit, sehingga membuat orang lebih susah lagi membedakan jerawat batu, papula maupun nodul. Jerawat batu diakibat oleh penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit dalam, bahkan jauh di dalam folikel rambut. Tetapi biang keladi nya adalah keseimbangan kadar hormon dalam tubuh.

Bukannya ingin menakut-nakuti, tetapi jerawat batu emang harus ditangani oleh ahli nya langsung, yaitu dermatologist. Baca juga tips untuk meredakan dan mencegah jerwat datang lagi.

References:

  1. Elsaie M. L. (2016). Hormonal treatment of acne vulgaris: an update. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 9, 241–248. https://doi.org/10.2147/CCID.S114830
  2. Mayo Clinic (2017). Acne
  3. McGurgan, H. Healthline (2017). Blackheads
  4. Kraft, J. Freiman, A. (2011). Management of Acne. Canadian Medical Association Journal, 183(7), pp. E430-E435.

Was this article helpful?

Related Stories