search-box
Search blog...

5 Manfaat dan Kelebihan Menggunakan Skincare Vegan Untuk Kulit dan Lingkungan

5 Manfaat dan Kelebihan Menggunakan Skincare Vegan Untuk Kulit dan Lingkungan

Kalau tahun 2020 industri kecantikan sempat diguncang dengan dokumenter Beauty Laid Bare yang memperlihatkan sisi gelap bagaimana produk kecantikan dibuat.

Tahun 2021 ini kita semua kembali diguncang dengan film dokumenter Seaspiracy di Netflix yang memperlihatkan dampak penangkapan ikan secara berlebihan yang tidak pernah diperlihatkan sebelumnya.

Sedikit yang tahu bahwa, beberapa produk kecantikan ataupun perawatan kulit mengandung bahan aktif yang diambil dengan cara eksploitasi. Entah itu eksploitasi secara tenaga kerja ataupun eksploitasi laut kita.

Untuk itu, skincare vegan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan ekosistem kita.

Skincare vegan adalah produk skincare yang tidak mengandung bahan hewani atau produk olahan hewani seperti madu, lilin lebah (beeswax), lanolin, gelatin, kolagen, carmine, squalene, stearic acid, dan kolesterol yang diambil dari hewan.

Kalau begitu, langsung saja ini 5 manfaat dan kelebihan menggunakan skincare vegan bagi kulit maupun lingkungan.

Skincare Berbahan Vegan Baik Untuk Kelangsungan Ekosistem Laut

Tahu tidak kalau squalene dari minyak hati hiu yang menjadi primodana di industri kecantikan dan kesehatan ini adalah ancaman terbesar terhadap kelangsungan ekosistem laut?

Menurut Mongabay, Situs Berita Lingkungan, mengungkapkan,

“Indonesia menjadi negara dengan penangkapan hiu dan pari terbesar, mencapai 12,31% atau 88,790 ton per tahun.” -Mongabay

Keampuhannya dalam memperhalus kerutan pada kulit membuat banyak hiu diburu untuk diambil hatinya. Minyak hati ikan hiu sering ditemukan pada produk-produk suplemen kesehatan dan skincare untuk mencegah penuaan kulit, biasanya dalam bentuk pelembap dan lip balm.

basetips-hand

Base Tips

Squalane adalah alternatif dari squalene yang lebih ramah lingkungan dan sama-sama ampuh mengurangi kerutan pada kulit lho.

Tubuh Kita Secara Otomatis Sudah Tahu Cara Memproses Skincare Berbahan Vegan

Selain lebih baik terhadap kelangsungan ekosistem laut, dilansir dari studi BioMed research international yang membandingkan squalene dari minyak hati hiu dengan squalane dari amaranth oil yang diekstraksi dari biji tanaman amaratus.

Hasilnya memperlihatkan emolien alami ini, amarath oil tersebut dapat diserap dengan cepat dan efisien ke dalam kulit, memulihkan kekenyalan dan fleksibilitas kulit. Tidak hanya amaranth oil, squalane juga dapat diekstraksi dari buah zaitun, tebu, dan gandum.

“Selain lebih mudah diproses oleh tubuh, squalane memiliki formula lebih stabil dibanding squalene yang diambil dari minyak hati hiu, sehingga dapat disimpan lebih lama.”

basetips-hand

Base Tips

Jangan sampai salah baca ya. Squalene dengan ‘e’ biasanya diambil dari minyak hati ikan hiu, kalau squalane dengan ‘a’ adalah alternatif vegan yang biasa diambil dari buah zaitun, atau tebu.

Kamu juga bisa cari tahu bahan vegan apa saja yang cocok untuk kulit kamu dengan mengambil skin test di sini.

Efektif dan Kaya Akan Berbagai Macam Vitamin

Bukan hal yang asing lagi kalau mencari vitamin sebagian besar dari kita akan merujuk kepada sayur dan buah-buahan. Juga, obat-obatan berbahan tumbuhan sudah lama digunakan untuk penyembuhan dan kesehatan karena keefektifannya.

Apa yang membuat skincare vegan efektif? Dikutip dari Molecules, senyawa pada tumbuhan yang biasa disebut sebagai phytochemicals adalah sebuah senyawa untuk melindungi tumbuhan dari tekanan lingkungan, paparan radiasi UV, kekeringan, dan suhu ekstrem.

Phytochemicals adalah senyawa pada tumbuhan yang dapat memberikan efek perlindungan dari polusi seperti tekanan lingkungan, paparan radiasi UV, dan dehidrasi.”

Mau kulitmu selalu terlindungi dari polusi? Yuk kenalan dengan Ectoin® bahan vegan ampuh melindungi kulit dari segala macam polusi.

Minyak dari Tumbuhan Sebagai Emolien Alami

Bahan bersifat emolien sering ditemukan pada produk pelembap untuk kulit sangat kering, maupun eksim. Emolien bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung yang mencegah air keluar dari lapisan kulit yang ditemukan pada bahan berbentuk minyak.

Penelitian dari Harvard sampai ke majalah Times mengungkapkan beberapa keunggulan dari menggunakan minyak berbasis tumbuhan dibandingkan dengan minyak hewani.

Walaupun belum banyak penelitian yang membandingkan minyak tumbuhan dengan minyak dari hewan pada industri kosmetik secara langsung, akan tetapi banyak penelitian yang membuktikan minyak esensial seperti linoleic acid yang ditemukan pada tumbuhan menawarkan sejumlah manfaat bagi kulit.

basetips-hand

Base Tips

Selain linoleic acid, Jojoba Oil memiliki konsistensi yang mirip dengan sebum yang diproduksi oleh kulit manusia, membuat minyak dari biji jojoba ini sebagai emolien alami efektif melindungi dan memperbaiki skin barrier yang rusak.

Skincare Vegan Cocok Untuk Menangani Kulit Sensitif

Memiliki kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim tentunya dapat menganggu aktivitas dan produktivitas seseorang. Dalam hal ini, orang yang memiliki kondisi atau sensitivitas yang tinggi harus berhati-hati dalam memilih skincare.

Menurut National Eczema Association, bahan vegan seperti gandum memiliki kandungan avenanthramides (polifenol) dan vitamin E yang dapat mengurangi peradangan kulit, memperbaiki skin barrier dan menurunkan iritasi kulit.

Didukung juga dengan studi dari International journal of molecular sciences, memperlihatkan keunggulan minyak natural seperti jojoba oil dan borage seed oil yang telah diteliti dengan hasil yang menjanjikan untuk digunakan sebagai pelembap bagi orang yang memiliki kondisi eksim.

Beralih ke skincare vegan memiliki banyak manfaat bagi kulit, juga ramah terhadap lingkungan dan binatang. Bagaimana kalau sekarang kita cari tahu bahan vegan apa yang cocok untuk kulit kamu? Coba ambil skin test ini dulu ya.

Referensi:

  1. Fajar, Jay. (2021). Populasi Turun Drastis, KKP Terbitkan RAN Konservasi Hiu. Mongabay. Retrieved from https://www.mongabay.co.id/2021/04/12/populasi-turun-drastis-kkp-terbitkan-ran-konservasi-hiu/
  2. Huang, Z. R., Lin, Y. K., & Fang, J. Y. (2009). Biological and pharmacological activities of squalene and related compounds: potential uses in cosmetic dermatology. Molecules (Basel, Switzerland), 14(1), 540–554. https://doi.org/10.3390/molecules14010540
  3. Hanno, I., Centini, M., Anselmi, C., & Bibiani, C. (2015). Green cosmetic surfactant from rice: characterization and application. Cosmetics, 2(4), 322-341. (https://www.mdpi.com/2079-9284/2/2/48/htm)
  4. Korkina, L. G., Mayer, W., & de Luca, C. (2017). Meristem Plant Cells as a Sustainable Source of Redox Actives for Skin Rejuvenation. Biomolecules, 7(2), 40. https://doi.org/10.3390/biom7020040
  5. Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2017). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International journal of molecular sciences, 19(1), 70. https://doi.org/10.3390/ijms19010070
  6. Marchev, A. S., & Georgiev, M. I. (2020). Plant In Vitro Systems as a Sustainable Source of Active Ingredients for Cosmeceutical Application. Molecules (Basel, Switzerland), 25(9), 2006. https://doi.org/10.3390/molecules25092006
  7. National Eczema Association. (n.d.). Eczema and Bathing. Retrieved from https://nationaleczema.org/eczema/treatment/bathing/
  8. Phillips, Sofia. (2020). The documentary exposing the beauty industry’s dark side. Thred. Retrieved from https://thred.com/style/the-documentary-exposing-the-beauty-industrys-dark-side/

Related tags

Was this article helpful?